Indeks Topix Jepang turun hari kelima menuju penurunan mingguan terbesar dalam tiga bulan terakhir pasca yen menguat karena tanda-tanda kesulitan keuangan di Portugal menimbulkan kekhawatiran pemulihan kawasan euro masih rapuh.

Indeks Topix merosot sebesar 0,8 persen ke level 1,248.94 pukul 09:01 pagi di Tokyo, dengan semua 33 saham kelompok sub industri turun. Indeks bersiap merosot sebesar 2,8 persen pekan ini, terbesar sejak periode yang berakhir 11 April lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun sebesar 0,7 persen hari ini ke level 15,117.20. Yen naik sebesar 0,1 persen ke level 101,28 terhadap dolar pasca naik sebesar 0,3 persen kemarin.

Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Indeks turun sebesar 0,4 persen kemarin, melanjutkan aksi jual yang dimulai awal pekan ini karena kekhawatiran atas pulihnya perekonomian Eropa dapat memicu permintaan untuk aset haven.

Espirito Santo International, induk dari Banco Espirito Santo SA, bank kreditur terbesar kedua Portugal, gagal dalam melakukan pembayaran utang, menunjukkan perekonomian Eropa masih rentan terhadap guncangan di tengah krisis utangnya.

Indeks Topix naik sebesar 9,5 persen dari level terendahnya pada 21 Mei lalu hingga perdagangan kemarin, pengupas penurunan untuk tahun ini menjadi sebesar 3,3 persen. Indeks diperdagangkan pada 1,2 kali nilai buku kemarin, dibandingkan dengan 2,7 kali untuk S & P 500 dan 1,8 untuk Indeks Stoxx Europe 600.

Sumber: Bloomberg