Yen menguat mendekati level tertinggi empat minggu terhadap dolar, sementara saham Asia berfluktuasi di tengah percepatant inflasi Jepang dan kekhawatiran mengenai suku bunga AS. Harga Minyak dan tembaga tmengalami penurunan.

Mata uang Jepang naik 0,2% berada di level 101,54 per dolar pada 10:00 pagi di Tokyo, setelah mencapai level terkuat sejak 30 Mei terhadap dolar kemarin. Indeks MSCI Asia Pacific stagnan diikuti Indeks berjangka Standard & Poor 500, seiring IndeksTopix Jepang dan indeks Kospi Seoul melemah sebanyak 0,2%. Harga Minyak di New York turun untuk hari kedua, sementara tembaga turun 0,%, penurunan hari pertama sejak 12 Juni lalu.

Laju inflasi utama di Jepang naik 3,4% bulan lalu, terbesar sejak 1982 silam dan sesuai dengan perkiraan rata-rata ekonom di tengah kenaikan pajak penjualan dan biaya utilitas yang lebih tinggi. Sementara di Amerika, investor mempertimbangkan kenaikan yang lebih kecil dari yang diperkirakan dalam belanja konsumen dengan komentar dari Fed Bank of St Louis James Bullard, yang mengatakan harga acuan dapat ditingkatkan pada kuartal pertama di 2015 dengan pertumbuhan percepatan harga dan memperbaiki pasar kerja. Gencatan senjata di Ukraina berangsur berakhir hari ini. (yds)

 

Sumber: Bloomberg