PT KONTAK PERKASA BALIKPAPAN – Bursa Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Selasa (27/3/2018), dengan masing-masing indeks acuan mengalami penurunan keempat kalinya dalam lima sesi, didorong aksi jual pada sektor teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir merosot 1,43% atau 344,89 poin di level 23.857,71, indeks S&P 500 melorot 1,73% atau 45,93 poin di 2.612,62, sedangkan indeks Nasdaq Composite anjlok 2,93% atau 211,74 poin di level 7.008,81.

Saham teknologi telah mengalami tekanan baru-baru ini akibat kekhawatiran tentang peraturan pemerintah sehubungan dengan persoalan privasi sekitar Facebook.

“Yang benar-benar membebani adalah minimnya pengetahuan atas apa yang akan terjadi,” kata Peter Kenny, pakar strategi pasar senior di Global Markets Advisory Group, seperti dikutip Reuters.

“Ada banyak risiko di sini, sementara investor tidak suka ketidakpastian dan ini adalah definisi ketidakpastian,” lanjutnya.

Saham Facebook anjlok 4,9% di level US$152,22 dan telah turun hampir 15% untuk bulan ini. Indeks Nasdaq Internet pun mengalami penurunan persentase harian terburuknya sejak Juni 2016.

Dari 11 sektor utama pada S&P 500, hanya sektor defensif seperti bahan konsumen, telekomunikasi, real estat, dan utilitas yang mengakhiri sesi di wilayah positif.

Ketiga indeks saham acuan AS tersebut melonjak pada perdagangan Senin (26/3), dengan membukukan kinerja harian terbaiknya sejak Agustus 2015, di tengah harapan bahwa dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia, AS dan China, bersedia menegosiasikan kembali tarif dan ketidakseimbangan perdagangan.

Tetapi penguatan tersebut terbukti hanya sementara seiring pelemahan sektor teknologi.

Penurunan pada Facebook terus menekan sektor teknologi, yang telah turun 5,2% pada Maret dan bergerak menuju bulan terburuknya sejak April 2016.

Kekhawatiran privasi untuk raksasa media sosial itu disorot lebih lanjut pada Selasa ketika seorang pengungkap fakta menginformasikan, perusahaan asal Kanada AggregateIQ telah mengembangkan perangkat lunak untuk menargetkan para pemilih partai Republik dalam pilpres AS tahun 2016.

Di sisi lain, saham Alphabet turun 4,5% setelah pengadilan banding membangkitkan kembali kasus hak cipta bernilai miliaran dolar yang diajukan oleh Oracle Corp terhadap perusahaan tersebut.

Saham Nvidia menjadi titik lemah lainnya, dengan pelemahan 7,8% setelah pembuat chip itu menghentikan sementara uji coba kemudi sendiri di seluruh dunia.

PT KONTAK PERKASA BALIKPAPAN