KONTAK PERKASA FUTURES  – Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mengakhiri pergerakannya di posisi yang lebih rendah pada perdagangan Kamis (8/11/2018), pascarilis pernyataan Federal Reserve Amerika Serikat (AS).

Indeks S&P 500 ditutup turun 0,25% atau 7,06 poin di 2.806,83 dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,53% atau 39,87 poin di level 7.530,89. Meski demikian, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik tipis 0,04% atau 10,92 poin di level 26.191,22.

Ketiga indeks saham utama di bursa Wall Street AS tersebut pada sesi perdagangan sebelumnya, Rabu (7/11), mampu melonjak lebih dari 2% masing-masing.

Menyudahi pertemuan kebijakan moneternya yang telah berlangsung selama dua hari, bank sentral AS tersebut menyatakan bahwa kondisi pekerjaan yang kuat dan pengeluaran rumah tangga menjaga ekonomi pada arahnya.

Namun, investasi bisnis terlihat moderat dari lajunya yang cepat pada awal tahun ini, sehingga menciptakan kemungkinan hambatan pada pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Selain komentar tentang investasi bisnis tersebut, sebagian besar pernyataan Fed telah diperkirakan. The Fed mempertahankan suku bunga untuk saat ini dan mengisyaratkan melakukan penaikan suku bunga berikutnya pada bulan Desember.

Akan tetapi, sebagian investor sebenarnya mengharapkan komentar yang lebih dovish setelah aksi jual pasar melanda pada Oktober.

“The Fed telah mengakui bahwa ada satu bagian dari ekonomi yang sedikit melambat, tetapi itu tidak menghalangi mereka dari bahasa ‘peningkatan bertahap’,” kata Jamie Cox, managing partner di Harris Financial Group, Richmond, Virginia, seperti dikutip Reuters.

“Tidak ada yang benar-benar menunjuk pada apa yang pasar harapkan, bahwa akan ada sikap yang lebih dovish. Jadi saya pikir ini lebih dari apa yang kita sebut pegangan hawkish.”

Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey mengatakan perusahaan-perusahaan menahan pengeluaran mereka karena ketidakpastian perang perdagangan AS-China.

“Perlambatan dalam belanja bisnis dapat memperlambat fondasi pasar saham,” kata Krosby.

“Apakah The Fed bergantung pada data atau apakah mempertahankan jadwal untuk kenaikan suku bunga pada 2019? Apa yang akan menyebabkan The Fed berhenti? Jelas dari pernyataan hari ini bahwa mereka melihat apa saja yang berpotensi memperlambat ekonomi.”

Indeks bank pada S&P mengakhiri sesi dengan kenaikan 0,4% saat imbal hasil Treasury AS naik mengingat laba bank mendapatkan keuntungan dari kenaikan suku bunga.

Sementara itu, saham energi menjadi penekan terbesar pada S&P dengan penurunan 2,2 persen setelah minyak mentah berjangka AS mengonfirmasikan kondisi pasar yang berasih.

Harga minyak AS turun lebih dari 20% dari level tertingginya pada 3 Oktober saat investor fokus pada pembengkakan pasokan minyak mentah global, yang meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan.

KONTAK PERKASA FUTURES