PT KONTAK PERKASA – Pergerakan tiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (5/7/2018).

Kenaikan dipicu laporan bahwa AS dan Uni Eropa kemungkinan sepakat untuk menarik tarif otomotif sehingga mendorong optimisme atas hubungan perdagangan internasional di antara investor.

Berdasarkan data Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,75% atau 181,92 poin di level 24.356,74, indeks S&P 500 menguat 0,86% atau 23,39 poin di 2.736,61, sedangkan indeks Nasdaq Composite berakhir menanjak 1,12% atau 83,75 poin di level 7.586,43.

Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan akan kembali menurunkan tarif Uni Eropa pada impor mobil AS. Sumber Reuters mengatakan, duta besar AS untuk Jerman, Richard Grenell, mengatakan pada para eksekutif otomotif Jerman bahwa Presiden Donald Trump dapat membatalkan ancaman tarif terhadap impor mobil Eropa jika Uni Eropa membatalkan bea masuk atas mobil AS.

Bursa saham AS menambahkan kenaikannya dalam satu jam terakhir perdagangan, setelah sempat terkikis pascarilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC minutes) pada 12-13 Juni.

Risalah tersebut mencerminkan kepercayaan diri antara para pembuat kebijakan Federal Reserve dalam hal kekuatan ekonomi AS, dan rencana untuk kenaikan suku bunga di masa mendatang. Dalam pertemuan itu, The Fed menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini, serta mengisyaratkan  kenaikan lebih lanjut kemungkinan terjadi.

Saham teknologi mendorong kenaikan pada S&P 500, dengan saham beberapa produsen chip meningkat. Indeks semikonduktor Philadelphia pun naik 2,7%.

“Fakta bahwa para pejabat Uni Eropa dan AS sedang mendiskusikan usulan untuk menghapus tarif tertentu pada impor otomotif, membantu sentimen hari ini serta menenangkan kekhawatiran akan perang perdagangan yang meningkat,” kata Ryan Larson, kepala perdagangan ekuitas AS di RBC Global Asset Management, seperti dikutip Reuters.

Tetap saja, tarif yang direncanakan pemerintahan Trump untuk impor China senilai US$34 miliar akan diberlakukan pada hari Jumat (6/7/2018) waktu setempat. Pemerintah China mengatakan akan segera meresponsnya, dengan langkah yang sama terhadap barang-barang AS mulai dari mobil hingga kedelai.

Tidak ada bukti dari perundingan-perundingan di menit terakhir antara pejabat AS dan China.

Investor, melihat tarif yang akan diberlakukan tersebut sudah diperhitungkan oleh pasar saham.

“Ada banyak ketidakpastian, tetapi pasar bereaksi cukup tenang dan rasional,” kata Oliver Pursche, chief market strategist di Bruderman Asset Management, New York. “Ada banyak retorika tetapi tidak banyak tindakan nyata dalam hal perang dagang.”

PT KONTAK PERKASA