KONTAK PERKASA FUTURES  – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup naik dalam dua hari berturut-turut pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) karena Wall Street tumbuh lebih optimis sebagai respons dari pembukaan kembali ekonomi. Saham perusahaan yang mendapat manfaat dari ekonomi memulai kembali jalannya.

Dikutip dari CNBC, Kamis (28/5/2020), Dow Jones Industrial Average melonjak 553,16 poin, atau 2,2 persen menjadi 25.548,27. Rata-rata 30 saham juga ditutup di atas 25.000 untuk pertama kalinya sejak Maret.

Sedangkan S&P 500 ditutup naik 1,5 persen pada 3,036.13 setelah diperdagangkan secara singkat lebih rendah.

Pemulihan itu membuat S&P 500 kembali di atas rata-rata bergerak 200 poin dan lebih dari 3.000 untuk pertama kalinya sejak Maret pada penutupan. Nasdaq Composite naik 0,8 persen menjadi berakhir pada 9.412,36.

Secara umum, saham-saham perbankan menguat. JPMorgan Chase naik 5,8 persen sementara Citigroup naik 8,5 persen. S&P Bank ETF SPDR (KBE) naik 7 persen seiring dengan ETDR S&P Regional Banking ETF (KRE). Kedua ETF berada pada kecepatan kinerja mingguan terbaik mereka sejak April.

Saham-saham yang diuntungkan dari kebijakan untuk tetap tinggal di rumah harus berjuang pada perdagangan Rabu karena investor bergiliran keluar dari saham-saham tersebut. Saham aplikasi Video Zoom turun 1,2 persen. Shopify, Amazon dan Teladoc Health masing-masing turun 2,3 persen, 0,6 persen dan 1,1 persen.

Semua 50 negara bagian di AS telah membuka kembali ekonomi mereka sampai batas tertentu. Pada Selasa, Gubernur New Jersey Phil Murphy mengatakan negara bagian akan mengizinkan tim olahraga profesional untuk melanjutkan latihan dan kompetisi.

Pada hari Rabu, Asosiasi Bankir Hipotek melaporkan kenaikan mingguan keenam dalam aplikasi hipotek. Data yang dirilis Selasa menunjukkan penjualan rumah baru pada bulan April melampaui estimasi.

Sementara itu, perusahaan bioteknologi Novavax, Senin mengatakan, pihaknya memulai studi manusia pertama dari vaksin coronavirus eksperimental.

Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Rabu mengatakan AS dapat menghindari gelombang kedua coronavirus akhir tahun ini.

“Untuk pertama kalinya dalam krisis ini, kita dibombardir oleh kabar baik,” kata Jim Paulsen, Kepala Strategi Investasi di Leuthold Group kepada CNBC.

KONTAK PERKASA FUTURES