PT Kontak Perkasa Balikpapan  – Bursa Asia menguat dan berhasil pulih dari pelemahannya beberapa hari terakhir, menyusul rebound yang sukses dibukukan bursa saham Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selasa (6/2).

Indeks MSCI Asia Pacific melesat 2,4% pada perdagangan hari ini, Rabu (7/2/2018), pukul 10.41 pagi waktu Tokyo (pukul 8.40 WIB), menuju penguatan terbesarnya sejak November 2016. Pada saat yang sama, indeks Topix melejit 3,4% dan indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang melonjak 3,3%.

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 2,5%, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 1,2, dan indeks Shanghai Composite menguat 1,2%. Di sisi lain, indikator indeks S&P 500 dikabarkan tergelincir 0,1% setelah menguat 1,7% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (6/2), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 567,02 poin atau 2,33% di level 24.912,77, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 naik 46,2 poin atau 1,74% di 2.695,14 dan Nasdaq Composite berakhir naik 148,36 poin atau 2,13% di 7.115,88.

Dilansir Bloomberg, indeks Topix Jepang siap membukukan lonjakan terbesarnya sejak November 2016, seiring menguatnya pergerakan saham di negara Asia lainnya seperti Hong Kong dan China.

Tingkat volatilitas pada Nikkei 225 Stock Average pun turun hampir 20% setelah melonjak selama dua hari berturut-turut sebelumnya.

Kemerosotan yang dialami indeks S&P 500 berakhir pada perdagangan kemarin, dengan saham teknologi, bahan baku, dan konsumen menjadi pendorong utama dengan kenaikan 1,7%. Indeks Volatilitas Cboe mengakhiri sesi dengan penurunan hampir 20%, meski sempat bergerak fluktuatif.

“Penurunan yang terjadi [beberapa hari terakhir] dapat dianggap sebagai koreksi yang sehat,” kata Candice Bangsund, fund manager di Fiera Capital Corp., seperti dikutip Bloomberg.

“Kondisi menguntungkan yang telah mendukung reli pasar saham selama setahun terakhir, sebagian besar masih terjaga pada saat ini. Ekspansi global berlanjut dan laporan keuangan perusahaan tetap dalam mode akselerasi,” lanjut Bangsund.

Aksi jual yang tajam pada pasar saham di seluruh dunia yang dimulai akhir pekan lalu dan berkelanjutan awal pekan ini terbebani sejumlah faktor, di antaranya kekhawatiran mengenai arah kebijakan moneter di AS.

Para pedagang saat ini mencermati apakah reli ini bisa bertahan setelah meluasnya aksi jual secara global baru-baru ini.

 

PT Kontak Perkasa Balikpapan