Upacara di Candi Agung photo didepan gerbang Candi AgungPT Kontakperkasa Futures (KPF) Balikpapan bekerjasama dengan PT Equityworld Futures (EWF) Samarinda yang tergabung dalam Paguyuban Ini Bangsaku menggelar ziarah di dua tempat berbeda di Kalimantan pada hari Jumat, 6 Juni 2014 lalu. Kedua tempat tersebut adalah Candi Agung di Amuntai dan Museum Kutai Mulawarman di Muara Kaman Kutai Kartanegara. Kegiatan dirangkaikan dengan memperingati hari kelahiran Pancasila tanggal 1 Juni dan hari kelahiran “Putera Sang Fajar”, Proklamator Kemerdekaan Indonesia Ir. Soekarno yang juga adalah presiden pertama Republik Indonesia.

Menurut Ermansyah, Kepala Cabang PT.KPF Balikpapan sekaligus Wakil Ketua Paguyuban Ini Bangsaku, bahwa tujuan dasar kegiatan tersebut ada tiga. Pertama pada intinya leluhur-leluhur itu telah berjasa sehingga kita para penerusnya harus menunjukkan rasa terima kasih atas sumbangsih yang telah diberikan para leluhur untuk kejayaan bangsa ini.

Yang kedua, Paguyuban Ini Bangsaku menyadari bahwa beliau juga manusia biasa yang tak bisa lepas dari salah. Oleh sebab itu maka kita harus memanjatkan doa dan permohonan ampun untuk kesalahan-kesalahan beliau.

Yang ketiga, Paguyuban Ini Bangsaku menyadari adanya keutamaan dari para leluhur. Dengan adanya kegiatan-kegiatan ini diharapkan segenap anggota Paguyuban Ini bangsaku mampu mengambil suri tauladan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bekerja.

Candi Agung dipilih menjadi tempat ziarah karena disanalah tempat didirikannya Negara Dipa oleh Pangeran Suryanata yang menjadi cikal bakal Kesultanan Banjar. Dalam sejarahnya Kesultanan Banjar memiliki pengaruh yang sangat besar di Kalimantan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Sedangkan situs Muara Kaman dipilih karena disanalah tempat berdirinya Kerajaan Kutai Mulawarman yang merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Selain itu disana juga terdapat makam-makam para penyebar agama Islam antara lain Syech Assyarif Suki.Upacara di Candi Agung DSC_0746(FILEminimizer)

Rombongan yang berangkat ke Candi Agung Amuntai terdiri dari 17 orang, berangkat hari kamis siang. Sedangkan rombongan ke Muara Kaman berangkat kamis sore berjumlah 15 orang, disana mereka bergabung dengan anggota Paguyuban Ini Bangsaku yang lain berjumlah 30 orang. Jadi total anggota Paguyuban Ini Bangsaku yang berkumpul di Muara Kaman adalah 45 orang.

Sesampainya di lokasi acara pada kamis malam dilaksanakan pembacaan surat Yasin oleh anggota yang beragama Islam, sedangkan anggota lain berdoa sesuai dengan tatacara ibadatnya. Acara dilanjutkan hari jumat pagi setelah anggota yang beragama Islam selesai sholat subuh. Di lokasi tersebut ditegakkan bendera merah putih yang dilanjutkan dengan doa untuk para leluhur dan pahlawan. Semua peserta mengenakan syal merah putih sebagai wujud rasa cinta pada tanah air Indonesia Raya. Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dan Syukur.

“Kegiatan kami di Candi Agung Amuntai adalah yang pertama kalinya. Sebelumnya beberapa anggota Paguyuban Ini Bangsaku pernah berziarah ke tempat tersebut, namun tidak ada kegiatan khusus lainnya. Kehadiran kami disini disambut dan dilayani dengan baik oleh juru kunci dan para petugas dan penjaga Candi Agung,”kata pak Anang, koordinator acara di Candi Agung Amuntai.

Lain halnya dengan di Muara Kaman, kegiatan ini adalah kegiatan kedua dari paguyuban Ini Bangsaku. Sebelumnya, pada tanggal 15 Maret 2014 PT. KPF juga pernah melakukan kegiatan di Muara Kaman yaitu berupa ziarah, Sedekah Bumi dengan memotong 2 ekor sapi yang dagingnya dibagikan kepada anak-anak Yatim, pemberian santunan kepada anak yatim, sekaligus mensponsori kegiatan khataman dari TPA setempat.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa leluhur, adat dan budayanya,” ujar pak Ermansyah dalam salah satu sambutannya di kegiatan tersebut. “Untuk itulah maka Paguyuban Ini Bangsaku berkomitmen untuk ikut serta melestarikan adat istiadat budaya dan kearifan lokal yang ada, serta melakukan kegiatan-kegiatan untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan dan leluhur b angsa Indonesia.”

Paguyuban Ini Bangsaku rutin melakukan kegiatan-kegiatan untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan serta amanat para leluhur di wilayah-wilayah Indonesia khususnya Kalimantan. Kegiatan itu antara lain syiarah ke makam-makam leluhur seperti makam Syarifah Maryam binti Ahmad Al Khairit (keramat Pulau Tukung),Sayid Abdul Karim Al Buchari Al Idrus dan Habib Achmad Ba’awi di hutan Sungai Wain, Habib Ghasim Bahasyim dan Makam Habib Hasan bin Ahmad Al Idrus di kompleks masjid At Taqwa Kelandasan, Habib Husien bin Jafar bin Umar bin Usman Al Habsyi di Desa Sekurau Kecamatan Bengalon Kutai Lama (Anggana) dan makam-makam sultan Kutai yang ada di sana, yaitu Makam Sultan Aji Mahkota, Makam Sultan Aji Dilanggar, Makam Tunggang Parangan, atauHabib Hasyim bin Musyayah bin Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Achmad bin Yahya yang membawa syiar Islam ke Kutai Kertanegara serta makam-makam sultan Kutai Kartanegara di Tenggarong, dan masih banyak lagi.

Khusus Pulau Tukung, komunitas ini secara rutin seminggu sekali mengirimkan petugas untuk membersihkan situs tersebut. Selain itu mulai bulan Mei kemarin diadakan kegiatan Tadarusan hingga khatam setiap sebulan sekali di makam yang ada di depan pelabuhan Semayang