PT KONTAK PERKASA FUTURES – Presiden Donald Trump pada Selasa (25/12/2018) menyatakan kepercayaannya kepada Menteri Keuangan Steven Mnuchin yang berjuang untuk mengatasi krisis di pasar saham.

 Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa Mnuchin adalah “orang yang sangat berbakat, orang yang sangat pintar,” setelah mengeluh mengenai Federal Reserve dan gubernurnya, Jerome Powell, karena menaikkan suku bunga terlalu cepat.

Setelah saham merosot dalam beberapa pekan terakhir, Mnuchin mengadakan pertemuan darurat dengan regulator keuangan AS pada hari Senin (24/12), menyusul panggilan kepada eksekutif dari enam bank besar pada hari sebelumnya.

Departemen Keuangan mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu yang mengatakan bank memiliki likuiditas yang cukup untuk menyalurkan pinjaman, yang mengejutkan para investor yang tidak tahu hal tersebut dapat berpotensi menjadi menjadi masalah.

Langkah tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang kebijakan ekonomi pemerintahan Trump, setelah laporan Bloomberg News bahwa presiden telah membahas pemecatan Powell.

Saat ditanya mengenai kepercayaan pada Powell, Trump mengatakan The Fed menaikkan suku bunga karena mereka berpikir ekonomi berjalan dengan sangat baik.

Meski begitu, frustrasi Trump atas Powell mengenai kinerja pasar yang diungkapkan di akun Twitter dan wawancara dapat beralih ke Mnuchin, yang juga merekomendasikan pencalonan Powell.

Sebelum komentar pada Selasa, salah seorang sumber yang dikutip Bloomberg mengatakan mengatakan bahwa Trump telah mempertimbangkan pemecatan Mnuchin, sementara sumber lain mengatakan bahwa masa jabatan Mnuchin mungkin tergantung pada seberapa besar penurunan pasar saham.

Sejak menjabat, Trump memandang pasar saham sebagai tolok ukur bagi kesuksesan kepresidenannya. Namun serangkaian penguatan di pasar saham sejak kepemimpinannya telah terhapus oleh kekacauan selama berbulan-bulan karena investor semakin khawatir tentang dampak perang perdagangan pemerintah dengan China dan Eropa.

Setelah pertemuan darurat Mnuchin pada hari Senin yang tidak menghasilkan pernyataan publik, saham melanjutkan penurunannya. Indeks S&P 500 ditutup turun 2,7% dan mencapai level terendah dalam 20 bulan terakhir.

Sementara itu, Trump telah mengakui bahwa dia tidak dapat memecat Powell, sehingga meningkatkan spekulasi bahwa dia mungkin menargetkan Mnuchin.

“Ada banyak orang di dalam Gedung Putih yang bukan pro-Mnuchin yang senang ia keluar,” kata Stephen Myrow, managing partner di Beacon Policy Advisors dan mantan pejabat Departemen Keuangan, seperti dikutip Bloomberg,

“Sampai sekarang, dia dilindungi oleh fakta bahwa Trump menyukainya dan dia meurpakan seorang loyalis,” lanjutnya.

PT KONTAK PERKASA FUTURES