Saham Asia jatuh dari level tertinggi dalam lima pekan terakhir, terseret oleh penurunan saham Jepang, pasca penguatan yen dan harga minyak merosot ke level terendah tiga tahun.

Indeks MSCI Asia Pacific tergelincir 0,1%  menjadi 142,03 pada 9:03 pagi di Tokyo, sebelum pasar saham China dan Hong Kong dibuka, setelah kemarin ditutup di level tertinggi sejak 25 September Lonjakan saham Jepang kemarin mendorong indeks Topix ke level tertinggi dalam enam tahun terakhir, pasca selama dua pekan memasuki koreksi. Yen naik 0,1% menjadi 113,54 per dolar hari ini setelah kemarin naik sebanyak 0,4%.
Topix Jepang turun 0,2% karena SoftBank Corp turun 3,1% setelah memperkirakan penurunan pertama terkait laba operasional setidaknya dalam sembilan tahun dikarenakan tujuan miliarder Masayoshi Son menciptakan toko operator nirkabel terbesar di dunia pada penurunan di Sprint Corp.
Sementara Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda berbicara di Tokyo hari ini, tujuan pertamanya sejak ia tiba-tiba didukung stimulus pada 31 Oktober dan dana pensiun jepang meningkatkan target alokasi ekuitas nya.
Indeks Australia S&P/ASX 200 tergelincir 0,3%. Morgan Stanley membalikan perkiraan saham acuan di negara tersebut guna mendapatkan selama 12 bulan ke depan.
Commonwealth Bank of Australia naik 0,1% setelah melaporkan kenaikan 9,5% pada laba kuartal pertama pada peningkatan pendapatan dan biaya yang lebih rendah terhadap kredit macet.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,4% dan Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,1%.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 0,2% hari ini setelah kemarin mengalami penurunan ke level terendahnya sejak Oktober 2011. Keprihatinan atas melimpahnya minyak global telah meningkat pekan ini setelah Arab Saudi memangkas harga kepada Amerika.(yds)
Sumber: Bloomberg