PT KONTAK PERKASA  – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada sesi pertama perdagangan saham Senin pekan ini.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan cadangan devisa Indonesia meningkat pada Maret 2019.

Pada penutupan sesi pertama perdagangan saham, Senin (8/4/2019), IHSG melemah 75,54 poin atau 1,17 persen ke posisi 6.398,47.Indeks saham LQ45 susut 1,56 persen ke posisi 1.005,33. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Sebanyak 218 saham melemah sehingga menekan IHSG. 147 saham menguat dan 116 saham diam di tempat.

Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.484,14 dan terendah 6.397,60.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 224.953 kali dengan volume perdagangan 9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,2 triliun. Investor asing beli saham Rp 225,65 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke posisi Rp 14.155.

10 sektor saham kompak tertekan. Sektor saham aneka industri turun 2,53 persen, dan bukukan penurunan terbesar.

Disusul sektor saham infrastruktur susut 1,95 persen dan sektor saham barang konsumsi melemah 1,74 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham GHON mendaki 25 persen ke posisi Rp 1.500 per saham, saham GLOB menanjak 16,50 persen ke posisi Rp 466 per saham, dan saham DUTI mendaki 7,8 persen ke posisi Rp 5.875 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham RODA merosot 24,66 persen ke posisi Rp 550 per saham, saham SMRU turun 6,21 persen ke posisi Rp 332 per saham, dan saham IMAS tergelincir 5,58 persen ke posisi Rp 2.540 per saham.

Gerak Bursa Saham Asia

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun ke posisi 29.935. Indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,28 persen indeks saham Jepang Nikkei susut 0,25 persen.

Selain itu, indeks saham Shanghai tergelincir 1,06 persen dan indeks saham Singapura merosot 0,30 persen. Indeks saham Taiwan naik 0,83 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menilai tekanan IHSG cenderung karena teknikal.  Tekanan IHSG yang terjadi belum dipengaruhi faktor fundamental. Hal ini mengingat nilai tukar rupiah cenderung menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan cadangan devisa per Maret 2019 naik jadi USD 124,5 miliar.

“Berdasarkan indikator MACD sudah berada di area positif. Sementara itu stochastic dan RSI masih berada di area netral. Meski demikian terlihat pola long black closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support,” ujar dia.

PT KONTAK PERKASA