Kontak Perkasa Futures  – Sektor pertambangan menjadi sektor utama pendorong kinerja indeks Bisnis-27 di awal tahun ini.

Achfas Achsien, Chief Investment Officer (CIO) Analis PG Asset Management, mengatakan bahwa sektor pertambangan merupakan sektor yang cukup prospektif tahun ini, yang ditopang oleh harga komoditas yang membaik.

Sepanjang tahun berjalan, indeks sektor pertambangan memang tumbuh paling tinggi dibandingkan sektor-sektor lainnya, yakni mencapai 25,01% YTD. Alhasil, tidak mengherankan bila di awal tahun ini top gainer di antara emiten-emiten anggota Bisnis-27 adalah dari sektor pertambangan.

Sepanjang Januari 2018, terdapat 19 konstituen indeks Bisnis-27 yang menjadi penggerak indeks Bisnis-27, sementara 8 emiten lainnya menjadi penekan. Sektor yang menjadi penggerak terutama yakni sektor pertambangan.

Konstituen dari sektor pertambangan antara lain PT Indo Tambangray Mega Tbk. (ITMG) yang tumbuh 46,38% ytd, PT Tambang Batubara Bukit Asa Tbk. (PTBA) 38,21% ytd, dan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) 31,72% ytd.

Meski begitu, sektor-sektor lainnya juga tetap menjanjikan tahun ini. Tahun lalu, kinerja indeks Bisnis-27 ditopang oleh sektor perbankan yang memang membukukan pertumbahan doble digit. Dirinya memproyeksikan tahun ini pun kinerja yang sama dapat dicapai.

Hal tersebut memungkinkan karena ditopang sejumlah faktor, seperti peningkatan peringkat Indonesia oleh Fitch Ratings, potensi NPL yang membaik seperti tahun lalu, serta pertumbuhan kredit lebih cepat karena stabilnya pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, sektor bank juga akan terdorong oleh fee-based income yang berpeluang tumbuh salah satunya ditopang oleh perkembangan perdagangan ritel secara online serta peluang kembali tingginya pertumbuhan Surat Utang Negara (SUN) yang menjadi salah satu portofolio perbankan.

Secara umum, dirinya menilai saham-saham blue chip yang menjadi anggota indeks Bisnis-27 pada tahun ini secara rata-rata akan berkinerja di atas GDP growth Indonesia.

“Pada 2018 dan 10 tahun ke depan, saya memproyeksikan indeks Bisnis-27 akan terus bertumbuh dengan baik, jauh melebihi tingkat inflasi dan GDP growth di Indonesia,” katanya.

Adapun, saham-saham teraktif secara volume dan nilai transaksi pada indeks Bisnis-27 sepanjang Januari lalu masih didominasi emiten-emiten blue chip, seperti BBRI, TLKM, BBCA dan BMRI.

Kontak Perkasa Futures