Saham-saham China turun, dengan indeks patokan melemah ke level terendah dalam sebulan terakhir di tengah kekhawatiran pendaftaransaham-saham baru yang pertama kali dalam empat bulan terakhir yang akan mengalihkan dana dan melonjaknya harga minyak akan berdampak pada memperlambat perekonomian.

Tongling Nonferrous Metals Group Co, produsen tembaga terbesar kedua di China, turun 4,3 persen dan memimpin penurunan saham-saham material. SAIC Motor Corp, produsen mobil No.1 negara itu kehilangan sebesar 1 persen. China Vanke Co, pengembang property terbesar yang yang ada di negara itu turut melonjak hingga 10 persen pada debut perdagangan sahamnya di Hong Kong.

Index Shanghai Composite turun sebesar 0,6 persen ke level 2,022.38 pada pukul 09:55 waktu setempat. Spekulasi bahwa investor China akan menarik uang dari pasar saham untuk berinvestasi padapenawaran saham-saham terbaru telah mengelami peningkatan setelah regulator sekuritas menekan perusahaan untuk menawarankan harga di bawah valuasi rata-rata untuk melindungi investor kecil.

Saham Shandong Longda Meat Foodstuff Co., Wuxi Xuelang Environmental Technology Co. and Feitian Technologies Co. besok akan ditransaksikandi Bursa Efek Shenzhen. Mereka adalah perusahaan pertama yang  melakukan debut perdagangannya di bursa sejak Februari.

China Securities Regulatory Commission mengatakan bahwa setidaknya 563.9 milyar yuan ($ 91 milyar) telah terkunci dalam penawaran umum perdana (IPO) enam perusahaan tersebut, tanda bahwa kembalinya aktivitaspenjualan saham  baru akan mengalihkan dana dari ekuitas yang telah ada. Regulator bursa China tersebut juga mengatakan dalam microblog-nya bahwa sepuluh perusahaan telah memulai proses untuk mencatatkan sahamnya sejak 10 Juni lalu. (vck)

Sumber: Bloomberg