PT KONTAK PERKASA FUTURES  – Bursa saham Eropa ditutup di teritori positif pada perdagangan Rabu (16/1/2019) ketika kekalahan Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May dalam voting parlemen atas kesepakatan Brexit memberi dorongan untuk saham bank kontinental.

Para analis dan investor menafsirkan hasilnya sebagai sesuatu yang positif untuk pasar, dengan memungkinkan Brexit yang lebih lunak, terlepas dari ketidakpastian menjelang mosi tidak percaya terhadap pemerintahan May pada Rabu.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup naik 0,5%, dengan mayoritas indeks di benua tersebut berakhir positif. Meski demikian, indeks FTSE London turun 0,5% saat penguatan pound sterling membebani eksportir-eksportir multinasional.

Di sisi lain, indeks FTSE 250, indeks acuan perusahaan-perusahaan Inggris yang terekspos secara domestik, naik 0,3% didorong oleh penguatan perusahaan pendiri rumah dan peritel lokal.

Saham bank zona Euro menjadi pendorong terbesar untuk indeks Eropa, dengan naik 2,4% ke level tertingginya dalam lebih dari satu bulan karena investor bertaruh kecilnya kecenderungan Brexit tanpa kesepakatan usai voting di parlemen.

Penguatan pada bank-bank Italia, dipimpin oleh Unicredit yang naik lebih dari 10%, membantu indeks FTSE MIB Milan unggul dengan kenaikan 1,6%.

Namun beberapa analis memperingatkan bahwa optimisme baru ini kemungkinan tak bertahan lama.

“Sayangnya, semuanya tetap mungkin: pemilihan baru, perpanjangan tenggat waktu untuk Pasal 50, atau bahkan referendum kedua,” kata Stefan Kreuzkamp, kepala investasi di DWS.

Di wilayah lain di Eropa kabar hasil dan kesepakatan terkait Brexit justru mendorong pergerakan naik, dengan sejumlah saham mengabaikan perkembangan politik tersebut.

Saham perusahaan pengangkutan asal Denmark DSV naik 5,8% setelah mengajukan penawaran untuk perusahaan logistik asal Swiss Panalpina dengan nilai sebesar US$4,1 miliar. Saham Panalpina melonjak 27,7% setelah penawaran itu, di 170 franc Swiss per saham.

“Kita bisa melihat logika strategis untuk DSV, ketika kesepakatan itu memberi mereka peluang besar untuk meningkatkan proses dan kemampuan TI mereka. Tapi kesepakatan sebesar ini juga tidak akan tanpa risiko,” tulis analis transportasi Bernstein Daniel Roeska.

PT KONTAK PERKASA FUTURES