Saham Asia jatuh mengirim indeks regional bersiap untuk menghentikan keuntungan mingguan terpanjang dalam lebih dari dua tahun terakhir, sementara mata uang imbal hasil tinggi melemah di tengah kekhawatiran baru atas tekanan keuangan di Eropa. Yen, emas mempertahankan penguatannya dengan karena harga minyak mentah turun.

Indeks MSCI Asia Pacific Index turun sebesar 0,5 persen pukul 09:22 pagi di Tokyo, ditetapkan untuk penurunan mingguan pertama dalam dua bulan terakhir. Indeks Topix Jepang turun hari kelima, sementara indeks Standard & Poor 500 berjangka bergerak mendatar. Mata uang dari Korea ke Malaysia dan Australia melemah dengan yen mendekati level tertingginya dalam tujuh pekan terakhir terhadap dolar AS. Emas naik ke level $1,336.94 per ons, mendekati level tertingginya sejak Maret lalu. Minyak mentah di New York turun untuk kesembilan kalinya dalam 10 hari terakhir, turun sebesar 0,2 persen karena reli pada kacang kedelai.

Induk perusahaan dari Banco Espirito Santo SA, bank kreditur terbesar kedua di Portugal, gagal melakukan pembayaran hutang pekan ini, mengirimkan obligasi negara penghutang terbesar di Eropa tersebut jatuh kemarin dan memicu permintaan untuk aset haven. Indeks acuan untuk saham global menuju pekan terburuk sejak April lalu seiring kekhawatiran terhadap perekonomian zona euro yang rentan terhadap guncangan pasca krisis utang yang ditambahkan dengan kegeliasan valuasi. Indeks volatilitas di Jepang Nikkei 225 Stock Average melompat tajam bulan ini.

Indeks Nikkei turun sebesar 0,7 persen, turun hari kelima. Saham Fast Retailing Co, peritel pakaian Jepang dengan bobot terbesar pada indeks Nikkei 225, turun sebesar 1 persen pasca memangkas prediksi laba tahunan untuk kedua kalinya dalam tahun fiskal kemarin. (izr)

Sumber: Bloomberg