Rally saham yang mendorong indeks Standard & Poor 500 di atas rekor level tertingginya di level 2.000 kehilangan sedikit momentum saat ini.

Indeks S&P 500 turun sebanyak 0,13 poin, kurang dari 0,1 persen ke level 1,999.89 pukul 12:28 di New York dengan sekitar jumlah yang sama saham naik seiring dengan saham yang turun. Volume perdagangan sebesar 29 persen di bawah RSI 30-hari pada hari ini.

Pasar global berada di atas krisis di Ukraina, Jalur Gaza dan Irak karena investor memperbaharui spekulasi stimulus yang akan menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi. Unjuk Rasa dari Brasil hingga Jepang dan Indeks AS menembus level di atas 2.000 untuk pertama kalinya telah mengirim nilai ekuitas global ke rekor baru tertingginya $66 triliun.

Indeks S&P 500 naik hampir 5 persen sejak 7 Agustus lalu, didorong oleh spekulasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga ultra rendahnya karena menguatnya ekonomi. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi juga telah mengisyaratkan para pembuat kebijakan dapat mempertimbangkan memperkenalkan rencana pembelian aset. (izr)

Sumber: Bloomberg