KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Dow Jones dan S&P 500 mampu berakhir sedikit lebih tinggi pada perdagangan Rabu (12/9/2018) menyusul kabar tentang putaran terbaru diskusi perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.

Meski demikian, indeks Nasdaq tergelincir terbebani pelemahan saham Apple setelah raksasa teknologi ini meluncurkan produk iPhone yang lebih besar tetapi tidak memberi perubahan signifikan pada penawarannya.

Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,04% atau 1,03 poin di level 2.888,92, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,11% atau 27,86 poin di level 25.998,92, sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 0,23% atau 18,25 poin di level 7.954,23.

Pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan telah menawarkan China putaran pembicaraan perdagangan baru seiring dengan persiapannya untuk memberlakukan tarif AS terhadap barang-barang asal China senilai US$200 miliar, menurut sumber terkait.

Saham-saham yang sensitif dengan isu perdagangan pun naik, termasuk Boeing, sebesar 2,4%.

Di sisi lain, saham Apple turun 1,2%. Perusahaan juga meluncurkan jam tangan yang berorientasi pada kesehatan berdasarkan desain model saat ini.

“Sepertinya Wall Street merespons datar iWatch, iOs12, dan penawaran iPhone baru oleh Apple,” kata Daniel Morgan, wakil presiden dan manajer portofolio senior di Synovus Trust Company di Atlanta, seperti dikutip Reuters.

“Ini menambah kekhawatiran tentang tarif, testimoni perusahaan media sosial, dan chip untuk menjadikannya hari yang berat bagi sektor teknologi.”

Saham perusahaan perangkat kebugaran Fitbit Inc turun 6,9%, sedangkan saham Garmin Ltd. kehilangan beberapa kenaikan sebelumnya dan bergerak datar pascapeluncuran Apple Watch terbaru.

Indeks teknologi pada S&P pun turun 0,5%, membalik kenaikan yang dibukukannya pada Selasa (11/9), dengan kekhawatiran deregulasi lebih lanjut yang juga mempengaruhi saham Apple serta sejumlah nama media sosial.

Enam perusahaan layanan Web dan Internet berskala besar, termasuk Apple, harus memerinci praktik privasi data konsumen mereka di depan panel Senat AS pada 26 September. Hal ini meningkatkan momok kemungkinan regulasi yang lebih ketat.

Di antara enam perusahaan yang akan menyampaikan testimoninya pada akhir bulan ini adalah Twitter yang sahamnya kemudian turun 3,7% dan Alphabet yang turun 1,5%. Facebook, bukan di antara perusahaan-perusahaan yang akan bersaksi, ikut terseret dengan sahamnya turun 2,4%

KONTAK PERKASA FUTURES