PT KONTAK PERKASA – Pasar modal Asia bergerak mixed dalam sesi perdagangan pagi pada hari Selasa setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2018 dan 2019.

Lembaga tersebut mengatakan dalam jurnal Prospek Ekonomi Dunia bahwa sekarang memprediksi pertumbuhan 3,7%, turun dari pertumbuhan 3,9% yang diperkirakan pada bulan Juli. Ini adalah penurunan pertama sejak Juli 2016.

Kondisi keuangan yang memburuk dan arus modal keluar memberi tekanan bagi pasar negara berkembang, sementara meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan mitra dagangnya juga mengaburkan prospek ekonomi global, IMF menambahkan.

“Pertumbuhan AS akan menurun setelah bagian stimulus fiskal mengalami kemunduran,” ungkap ekonom kepala IMF Maurice Obstfeld dalam sebuah pernyataan. “Terlepas dari momentum permintaan saat ini, kami telah menurunkan perkiraan pertumbuhan AS di tahun 2019 kami karena tarif yang baru-baru ini diberlakukan pada berbagai impor dari Tiongkok dan juga balasan tarif Tiongkok.”

IMF juga mengurangi prospek pertumbuhan untuk China menjadi 6,2% dari 6,4% untuk tahun 2019.

Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif impor senilai $250 miliar pada tahun 2018 hingga saat ini, dan Beijing membalas dengan pungutan atas $110 miliar barang AS.

Semalam, Dow Jones Industrial Average menguat 39,73 poin, Nasdaq Composite tergelincir 0,7% sementara S&P 500 ditutup sebagian besar tidak berubah pada 2.884,43.

Di Asia, IHSG masih belum memulai perdagangan dan Nikkei 225 Jepang diperdagangkan merosot 1,3% pada pukul 08.40 WIB saat pedagang kembali setelah akhir pekan yang panjang. Penguatan yen disebut sebagai penghalang tren kenaikan ekuitas lokal.

Shanghai Composite China dan Komponen Shenzhen keduanya bertambah 0,6%, sementara Indeks Hang Seng Hong Kong menghijau 0,4%.

Pada Senin, Menteri Luar Negeri dan Penasihat Negara Tiongkok Wang Yi menuduh AS “terus-menerus meningkatkan gesekan perdagangan terhadap China,” dan membuat “kritik tanpa dasar atas kebijakan domestik dan luar negeri China” dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Pompeo menanggapi dengan mengatakan: “Masalah-masalah yang telah Anda sebutkan, kita memiliki perselisihan yang sangat mendasar.”

Di Australia, ASX 200 juga tergelincir 0,8%.

KOSPI Korea Selatan ditutup libur. PT KONTAK PERKASA