PT Kontak Perkasa-CEO Nadiem Makarim terang menyukai Go-Jek sukses mendapat suntikan USD 550 juta atau kira kira Rupiah 7,2 triliun. Laki-laki lulusan Harvard University ini pula percaya Go-Jek bakal lebih berhasil bersama sokongan dana agung tersebut.

“Kami teramat bersemangat buat bekerja bersama rekan bisnis kelas dunia itu. KKR, Warburg Pincus, Farallon, Capital Kelompok & partisipan lain dalam penggalangan dana ini tak cuma mengambil pengalaman global di bidang TMT (Technology, Sarana dan Telecommunications), tapi mereka pun kolega lokalyg berpengalaman,” sebut Nadiem dalam keterangannya.

“Dengan dukungan & investasi mereka, Go-Jek siap membangun keberhasilan utk jadi penerapan on demand paling besar utk seluruh orang Indonesia &meningkatkan taraf hidup lebih dari 200 ribu partner pengemudi motor & mobil, lebih dari 35 ribu merchant Go Food yg usaha mereka kami bantu buattumbuh & lebih dari 3.000 penyedia pelayanan on demand kami lainnya,” imbuhnya.

Nadiem telah digosipkan sejak April dulu sedang berdiskusi serius bersama para investor mengenai bisa saja investasi di Go-Jek. & sekarang investasi itutelah terealisasi, menambah kemampuan Go-Jek melawan rival berat Uber & Grab.

Sementara itu, CFO & Head of Strategy Go-Jek Grup Andre Soelistyo melanjutkan, pihaknya merasa bangga & terhormat dikasih peluang buat mendorongwarga Indonesia lebih maju lewat technologi juga sanggup memberdayakan beberapa ratus ribu mikro pengusaha melalui platform Go-Jek.

Go-Jek benar-benar pass berhasil, bersama aplikasinya diklaim telah di-download lebih dari 20 juta kali dari awal peluncurannya hingga bln Juni tempo hari. Di bln itu pula, ada lebih dari 20 juta booking di platform Go-Jek.

Bersama lebih dari 200 ribu driver sepeda motor alias ojek, Go-Jek diklaim yang merupakan pelayanan ride berbagi paling besar di tipe ini. Sedangkan Go Food diklaim juga sebagai pelayanan pengantaran makanan on demand paling besar di luar China, bersama 15 juta makanan telah diantarkan sejak peluncurannya.