PT.KONTAK PERKASA FUTURES – JAKARTA. Harga minyak masih berusaha menguat setelah jeblok mendekati akhir pekan lalu. Senin (24/5) pukul 7.35 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) kontrak Juli 2021 di New York Mercantile Exchange menguat 0,53% ke US$ 63,92 per barel dari posisi akhir pekan.

Tapi dalam sepekan, harga minyak turun 3,56% dari Senin pekan lalu US$ 66,28 per barel yang merupakan harga tertinggi tahun ini.

Sejalan, harga minyak brent kontrak Juli 2021 di ICE Futures naik 0,48% ke US$ 66,76 per barel pada pagi ini. Dalam sepekan, harga minyak acuan internasional ini turun 3,89% dari US$ 69,46 per barel yang merupakan level tertinggi tahun ini.

Kenaikan harga minyak tertahan ekspektasi bahwa Iran dapat menambah produksi minyak sekitar satu juta barel per hari pada akhir musim panas. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) siap mencabut sanksi sektor minyak, perbankan, dan ekspor Iran.

Iran dan beberapa negara memulai pembicaraan sejak April untuk menghidupkan kembali kesepakatan 2015. Pejabat Uni Eropa yang memimpin diskusi mengatakan bahwa dia yakin kesepakatan akan tercapai.

Sementara perusahaan energi AS menambahkan jumlah rig yang beroperasi dalam empat pekan berturut-turut. Di sisi lain, investor tetap optimistis pada permintaan bahan bakar di musim panas karena adanya program vaksinasi di Eropa dan AS meski kasus corona di Asia meningkat.

Barclays memperkirakan harga minyak brent dan WTI rata-rata US$ 66 per barel dan US$ 62 per barel pada tahun ini. Bank tersebut memangkas perkiraan permintaan untuk emerging markets Asia selain China karena risiko penurunan lebih lanjut jika lonjakan infeksi tak teratasi.

Barclays menyebut pembatasan mobilitas yang diperpanjang di kawasan Asia mungkin agak memperlambat pemulihan permintaan. “Tapi tidak mungkin untuk menghentikan mobilitas terus menerus, mengingat sebagian besar hasil positif dari program vaksinasi di seluruh dunia,” ungkap Barclays.

Sumber dari investasi.kontan, di edit oleh PT.KONTAK PERKASA FUTURES