Kontakperkasa Futures – Presiden Joko Widodo, dalam pidato pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 di Jakarta, Selasa (02/08), menggandeng komune Muslim jadi penggerak perekonomian dunia yg masihlah melambat akibat krisis delapan th silam.

Tetapi begitu, Presiden Joko Widodo mengakui warga Islam di dunia masihlah tertinggal di sektor alat, alat sosial, & technologi.

Forum WIEF, yg dapat berjalan hingga Jumat (05/08), dihadiri banyaknya pemimpin negeri seperti PM Malaysia Najib Razak, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Presiden Republik Guinea Alpha Conde, & PM Sri Lanka Ranil Shriyan Wickremesinghe.

Baca: Barack Obama: Trump Tak Layak Jadi Presiden Amerika Serikat

Presiden menyampaikan warga Muslim dunia bakal menggunakan kapabilitas yg sudah lama dipunyai merupakan umur demografi warga Muslim dunia.

Kontakperkasa Futures – Forum WIEF, yg dapat terjadi hingga Jumat (05/08), dihadiri sebanyak pemimpin negeri.

Populasi Muslim, katanya, mempunyai keadaan demografi paling baik di bandingkan populasi agama lain didunia ialah dari kalangan belia.

“Di mana umumnya usia tengah pemuda Muslim di seluruhnya dunia yakni 23 thn, sementara biasanya usia tengah pemuda non Muslim di semua dunia yakni 30 thn,” kata Joko Widodo dalam pidatonya.

Di hadapan peserta, Joko Widodo serta menyatakan bahwa kebolehan yg dipunyai dunia Islam tetap berkembang, seperti keuangan syariah, kuliner & fesyen Islami, pun seni arsitektur Islam.

Di hadapan peserta, Joko Widodo pun menyebutkan bahwa kebolehan yg dipunyai dunia Islam konsisten berkembang, seperti keuangan syariah, kuliner & fesyen Islami, pun seni arsitektur Islam.

Soal keuangan syariah, Joko Widodo mencontohkan, sudah jadi industri ribuan triliun dollar di mana peminatnya terkecuali berasal dari komune Muslim namun pula komune Non-Muslim.

Kontakperkasa Futures – Tantangan terberat

Tetapi begitu, Jokowi tak menampik warga Muslim dunia disaat ini menghadapi tantangan yg sangat agung, utamanya di dunia alat, sarana sosial & technologi.

“Di sana kita belum bisa memenangkan persaingan. & kalau kita tak membina & melatih warga kita, dunia bakal makin meninggalkan kita,” menurutnya.

Presiden mengemukakan penduduk muslim dunia mampu menggunakan kebolehan yg sudah lama dipunyai adalah umur demografi penduduk Muslim dunia.

Menghadapi situasi seperti, Joko Widodo menyampaikan tak ada jalan pintas. “Tidak ada peluru ajaib,” jelasnya.

Di hadapan peserta, presiden beranggapan tantangan didunia Muslim ketika ini yaitu membangun budaya terbuka.

“Kita mesti bangun budaya yg terbuka. Budaya yg terkecuali menoleransi perbedaan, tetapi pun dengan cara tulus menghormati perbedaan,” kata presiden dalam penghujung sambutan.