PT KONTAK PERKASA – Harga minyak mentah berhasil ditutup di wilayah positif pada perdagangan Rabu (18/7/2018), saat investor mencermati sinyal penawaran dan permintaan di Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Agustus 2018 bertambah 68 sen dan ditutup di level US$68,76 di New York Mercantile Exchange. Angka ini mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari sepekan. Total volume yang diperdagangkan sekitar 25% di bawah rata-rata 100 hari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman September 2018 naik 74 sen dan berakhir di US$72,90 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$5,15 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, menurut data Energy Information Administration (EIA), persediaan bensin yang disimpan di tangki penyimpanan AS mencatat penurunan terbesar sejak Mei.

Sementara itu, permintaan bahan bakar meningkat. Faktor-faktor tersebut membayangi peningkatan terbesar dalam persediaan minyak mentah Amerika sejak April.

“Kami melihat penurunan yang layak dalam stok bensin, yang mendukung permintaan kuat pada musim mengemudi di musim panas saat ini,” kata Matthew Beck, managing director di John Hancock Financial Services Inc.

Laporan EIA juga menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 5,84 juta barel pekan lalu, membingungkan sebagian besar analis dalam survei Bloomberg yang memperkirakan penurunan. Sementara itu, pembelian minyak asing mencatat lonjakan terbesar sejak awal tahun 2017, sedangkan ekspor minyak mentah meluncur untuk pekan ketiga.

“Inilah yang terjadi ketika Anda melihat impor terbesar yang dimiliki selama tahun itu dan ekspor terendah yang dimiliki selama tiga bulan,” kata Rob Thummel, managing director di Tortoise, dikutip Bloomberg.

“Satu-satunya hal positif untuk pergerakan bullish adalah penurunan stok bensin yang sangat kuat. Jelas, permintaan bensin tampaknya bangkit kembali pekan ini.”

Kenaikan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS terjadi dengan latar belakang upaya peningkatan produksi oleh Arab Saudi, Rusia, Libya, dan produsen utama lainnya.

Selama pertemuan di Wina pada hari Rabu, OPEC dan sejumlah sekutunya membahas berapa banyak negara individu yang berencana untuk memproduksi bulan ini. Meski demikian, pembahasan itu tidak mendalam pada pembagian peningkatan output yang direncanakan di seluruh grup, menurut sumber terkait.

PT KONTAK PERKASA