PT KONTAK PERKASA – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menekan bursa saham Eropa pada perdagangan Senin (24/9/2018), setelah tarif dari dua ekonomi terbesar di dunia tersebut mulai berlaku dan China membatalkan rencana pembicaraan perdagangan dengan AS.

Indeks saham Stoxx 600 turun 0,5%, memperpanjang pelemahannya menyusul pernyataan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi yang mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga pada tahun depan.

Sementara itu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump efektif memberlakukan tarif terhadap barang-barang asal China senilai US$200 miliar, yang dibalas dengan tarif China terhadap barang-barang asal AS senilai US$60 miliar.

Sektor otomotif, di antara yang paling sensitif pada isu perdagangan global, mencatat penurunan terbesar dengan turun 1,5%, sedangkan sektor bank yang sensitif terhadap suku bunga turun 0,8% setelah sempat bergerak lebih tinggi.

“Ada potensi ini akan menjadi periode ketidakpastian yang relatif berlarut-larut mengingat tampaknya tidak mungkin Anda akan bisa dengan cepat melihat kedua belah pihak merasa sama-sama puas,” kata Mike Bell, pakar strategi pasar global di JP Morgan Asset Management, seperti dikutip Reuters.

Saham produsen mobil BMW Daimler dan pembuat suku cadang mobil Valeo membukukan penurunan persentase terbesar pada indeks DAX dan CAC 40, masing-masing.

Di sisi lain, jalinan kesepakatan mendorong pergerakan terbesar lintas sektor, dengan saham kelompok TV berbayar terbesar di Eropa, Sky melonjak setelah penawaran Comcast memenangkan lelang untuk perusahaan tersebut.

Saham Sky melonjak 8,6% menjadi 17,23 pound, tepat di bawah penawaran dari Comcast sebesar 17,28 pound per saham.

“Pentingnya Sky di Inggris tetap ada dan dengan Comcast kemungkinan akan mengarahkan strategi ke depan, kami berharap fokus berkelanjutan pada telekomunikasi, broadband, dan mobile,” kata analis Macquarie.

Saham Randgold Resources pun naik 6% setelah menyetujui merger share-for-share dengan Barrick Gold dalam sebuah kesepakatan senilai US$18,3 miliar.

Sebaliknya, saham operator perjalanan asal Inggris Thomas Cook Group anjlok 28,1% setelah memangkas prospek labanya, menyalahkan musim panas di Eropa utara atas permintaan yang lebih lemah selama liburan pada akhir Agustus-September.

PT KONTAK PERKASA