KONTAK PERKASA FUTURES – Usaha kecil dan menengah selama ini terbukti menjadi sarana peningkatan ekonomi lokal; bahkan sebuah usaha rintisan ibu rumah tangga di sebuah kampung dapat menjadi sumber penghasilan bagi beberapa orang lagi, yang tadinya mungkin menganggur karena tak memiliki pekerjaan. Keberadaan UKM, terutama yang bisa berkembang dari usaha rumah tangga menjadi usaha berukuran besar, tentu akan sangat membantu bagi indeks bisnis Indonesia. Pendirian sebuah UKM merupakan perwujudan dari kewirausahaan, yang sangat disarankan sebagai salah satu sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Sayangnya, dalam banyak hal, UKM masih sering tertinggal jika dibandingkan dengan sektor industri lainnya, termasuk industri yang berasal dari investasi luar negeri. Bahkan, keberadaan UKM masih sering diidentikkan sebagai usaha yang dijalankan secara informal lantaran banyak pelakunya tidak memiliki ijazah sekolah formal atau tidak terlatih. Hal ini membuat pelaku UKM sering kesulitan membangun usahanya karena tidak memiliki akses dan pembiayaan yang dibutuhkannya untuk membangun bisnis sukses. Hal ini sangat disayangkan, mengingat UKM memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi lokal serta indeks bisnis Indonesia.

 

Manfaat UKM untuk Memeratakan Kemakmuran

Sebuah UKM memiliki potensi untuk memberi penghasilan pada beberapa orang lain di sekitarnya, walaupun hanya sebuah usaha rumahan dengan pegawai tak sampai 5 orang. Tidak seperti perusahaan swasta besar, UKM menjangkau wilayah mana saja termasuk desa-desa kecil, dan jenis usahanya pun bisa beragam. Usaha UKM juga bisa disesuaikan dengan potensi kedaerahan, misalnya dari segi ketersediaan bahan baku, sehingga UKM bisa didirikan secara merata di daerah manapun.

Dengan melihat ciri-ciri ini, tidak mengherankan jika UKM memiliki potensi besar untuk dijadikan sarana peningkat perekonomian bangsa, terutama mendekati pasar bebas 2015 dimana kemungkinan banyak pelaku bisnis dan tenaga kerja Indonesia belum siap menyambut persaingan global yang akan terjadi. UKM bisa menjadi sarana untuk mempertahankan kinerja ekonomi lokal di tengah-tengah pasar bebas, dan memberi sumbangsih cukup besar untuk indeks bisnis dari sektor lokal.

Hal ini juga didukung fakta bahwa hasil dari UKM merupakan salah satu sumbangsih perekonomian nasional yang terbesar, selain aset seperti pertambangan dan industri serta manufaktur. Agar bisa melakukan hal tersebut, UKM harus ditopang dengan dukungan dan pembiayaan yang kuat agar bisa berkembang, dan bisa semakin banyak menopang perekonomian lokal di wilayah yang lebih luas di Indonesia.

 

Usaha Pemberdayaan UKM untuk Peningkatan Indeks Bisnis

UKM sebagai pemberi sumbangsih perekonomian negara harus 100% bebas dari stigma sebagai usaha yang dilakukan oleh tenaga kerja tidak terampil. Dalam hal ini, pemerintah memiliki pekerjaan rumah untuk membantu mendukung pengembangan UKM dan meningkatkan indeks bisnis dengan cara antara lain:

  • Memberikan pelatihan bagi masyarakat agar bisa lebih terampil dalam hal mengelola bisnis sesuai dengan potensi lokal mereka, sehingga label tenaga kerja tidak terampil bisa dihilangkan.
  • Mengusahakan porsi pembiayaan yang lebih besar untuk investasi pemerintah pada UKM. Tahun ini, pemerintah merencanakan untuk memperluas jenis pembiayaan UKM yaitu untuk pengembangan usaha secara langsung, selain investasi.
  • Memberi lebih banyak prioritas bagi hasil produksi UKM untuk memperkenalkan diri pada pasar yang lebih luas.
  • Memberi suntikan dana pada lembaga pembiayaan yang memberi kredit usaha pada pelaku bisnis kecil, sehingga usaha kecil menengah bisa berkembang dan melayani konsumen dalam ranah lebih luas.

Dengan dukungan penuh pemerintah, UKM bisa menjadi sarana peningkatan indeks bisnis Indonesia dan memberikan sumbangsih bagi perekonomian negara.