Banyak dari kita yang mengadaptasi pengalaman orang lain yang dianggap sukses atau paling tidak menguasai bidang yang ditekuni. Setiap kalimat yang diucapkan atau dituliskan disimak dengan pasti. Bahkan ada beberapa orang yang menganggap kalimat atau katanya sebagai ajimat ampuh menjalankan kehidupan bisnis atau kariernya.

Benarkah demikian?

Tak ada salahnya mengadaptasi pengalaman orang lain untuk dijadikan dasar-dasar berpikir untuk mengambil keputusan. Namun kebanyakan orang salah mengartikan ‘adaptasi’ pengalaman orang lain itu. Adaptasi bukanlah duplikasi! Langkah seseorang dalam berjalan tidaklah selalu sama. Perhatikan saja bila ada dua orang melangkah beriringan, belum tentu langkah kakinya akan sama. Atau keduanya akan berjalan dalam jalur yang sama.

Ketika jalan berbaris pun keduanya tak memiliki banyak kesamaan. Meskipun langkah kaki dapat seirama, namun ada saja halangan yang tak terlihat. Misalnya orang yang berada di depan melihat ada batu di depannya, belum tentu orang yang di belakangnya akan melihatnya pula.

Jadi pengalaman seseorang yang berhasil memang lebih baik diadaptasi, diserap, dianalisa, dicerna dan dievaluasi sesuai dengan nilai-nilai dari orang yang mengadaptasinya. Harus diingat bahwa bagaimanapun besar dan luasnya pengalaman seseorang, tetaplah menjadi teori bagi orang lain.

Begitu juga perkataan ‘emas’ yang disampaikan oleh para motivator yang memberikan dorongan bagi kita untuk bergerak maju meraih cita-cita. Kata-kata yang disampaikan sangat indah dan memberikan bahan bakar bagi para pendengarnya. Anda pasti merasakan dorongan yang sangat luar biasa ketika para motivator itu memberikan kata-kata maha dahsyat.

Tidak ada yang salah dengan para motivator itu. Yang kebanyakan salahnya adalah peserta motivasi itu. Anda dapat merasakan sepulang dari seminar motivasi itu, Anda sangat bersemangat bahkan memiliki impian yang sangat banyak untuk diwujudkan. Anda juga sudah memikirkan perencanaan matang untuk kehidupan bisnis atau karier yang lebih baik. Namun apa daya dua hari kemudian semangat itu perlahan menurun dan menurun, kemudian habis sama sekali.

Ini yang sebenarnya tak boleh terjadi pada diri Anda. Para motivator berulang kali menyebutkan kata ‘afirmasi’ yang lebih-kurang berarti ‘penguatan’, tentunya merujuk pada diri Anda yang harus terus membangkitkan semangat itu. Jadi bila Anda tak mau berpayah-payah menguatkan diri membangun dan mewujudkan mimpi Anda, lebih baik jangan pernah datang ke seminar motivasi!

Hal-hal tersebut sebenarnya berkait pada diri Anda sendiri. Anda memiliki hak untuk mengadaptasi ribuan kalimat bermotivasi, atau mengambil langkah-langkah sukses dari orang-orang yang berhasil. Namun semuanya hanya ‘sampah’ bila Anda tidak tahu menggunakannya. Jadi diri Anda sendirilah yang mampu membuat semua itu berarti untuk kehidupan bisnis atau karier Anda.

– See more at: bisnisindeks.com