PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pergerakan indeks S&P 500 mampu berakhir positif pada perdagangan Selasa (1/5/2018), ditopang optimisme yang didorong komentar pemerintahan Presiden Donald Trump mengenai perdagangan dengan China serta menteri ekonomi Meksiko mengenai renegosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara.

Indeks S&P 500 berakhir naik 0,25% atau 6,75 poin di 2.654,8 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,91% atau 64,44 poin di level 7.130,70. Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,27% atau 64,1 poin di level 24.099,05.

Menteri Ekonomi Meksiko Ildefonso Guajardo menyatakan negaranya akan merespons usulan Amerika Serikat tentang aturan untuk mobil di bawah NAFTA pekan depan, dan bahwa adanya kesepakatan memungkinkan jika perunding menunjukkan cukup kreativitas dan fleksibilitas.

Indeks saham sebelumnya telah mampu beringsut dari posisi rendahnya setelah Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan tidak ingin mengubah sistem ekonomi China, tetapi ingin membatasi kerugian yang ditimbulkannya pada AS serta mendorong lebih banyak persaingan asing.

Kabar menggembirakan tentang perdagangan menyeimbangkan kekhawatiran mengenai inflasi, yang sempat membebani pergerakan saham ke posisi yang lebih rendah pada awal sesi.

“Ada tingkat kekhawatiran tertentu yang meresap ke dalam pasar,” kata Tim Ghriskey, chief investment strategist di Inverness Counsel, New York, seperti dikutip Reuters. “Tapi ada pandangan positif di luar sana tentang perdagangan.”

Terlepas dari kenaikan yang berhasil dibukukan pada Selasa, investor tetap mengungkapkan kekhawatiran tentang peringatan biaya dari perusahaan-perusahaan, bahkan saat musim laporan keuangan saat ini, yang telah separuh berjalan, telah menghasilkan pertumbuhan laba terkuat dalam tujuh tahun.

Data Institute for Supply Management mengindikasikan lonjakan biaya bahan baku untuk perusahaan-perusahaan AS, sebagian karena tarif impor baja dan aluminium yang dikenakan oleh pemerintahan Trump. Data juga menunjukkan aktivitas pabrik AS melambat selama dua bulan berturut-turut pada bulan April.

Kenaikan biaya telah memicu kekhawatiran bahwa The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan tahun ini. Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) dijadwalkan akan merilis pernyataan pertemuan kebijakannya pada hari Rabu (2/5/2018) waktu setempat.

Bank sentral AS tersebut diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada akhir pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut, namun kemungkinan akan mendorong ekspektasi penaikan suku bunga pada bulan Juni.

Saham Pfizer Inc turun 3,3%, penurunan persentase terbesar pada Dow Jones, setelah pendapatan kuartalan perusahaan ini meleset karena permintaan untuk obat-obatan tertentu turun lebih rendah dari perkiraan.

PT KONTAK PERKASA FUTURES