PT KONTAK PERKASA FUTURES  – Pergerakan indeks S&P 500 di bursa Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan hari keempat berturut-turut.

Indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) tersebut turun, menyusul laporan bahwa Penasehat Khusus AS Robert Mueller telah mengeluarkan surat panggilan sidang untuk dokumen-dokumen yang berkaitan dengan bisnis Presiden Donald Trump.

Kabar ini mengimbangi laporan data pekerjaan dan manufaktur yang kuat.

Pada perdagangan Kamis (15/3), indeks S&P 500 ditutup turun tipis 0,08% atau 2,15 poin di 2.747,33, sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 0,2% atau 15,07 poin di level 7.481,74. Adapun indeks Dow Jones Industrial Average mampu berakhir naik 0,47% atau 115,54 poin di level 24.873,66.

S&P turun setelah rilis laporan New York Times, namun memulihkan sebagian besar pelemahannya di akhir perdagangan. S&P telah tertekan selama empat hari berturut-turut, rangkaian penurunan terpanjang sejak Desember.

Di sisi lain, Dow Jones mengikis penguatannya namun masih berakhir lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam empat hari.

Musim laporan keuangan akan berakhir, sehingga perkembangan politik, seperti pemecatan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson pekan ini telah mempengaruhi secara signifikan arah saham AS.

“Pasar mencari hal untuk mendorongnya keluar dari kisaran perdagangannya,” kata Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott, Philadelphia, seperti dikutip Reuters.

Indeks S&P sebelumnya dibuka dengan kenaikan setelah data pemerintah menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS turun pekan lalu. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat. Survei manufaktur dari New York Fed dan Philadelphia Fed juga menunjukkan pasar kerja yang ketat.

Sentimen pendorong lainnya datang dari Peter Navarro, penasehat utama perdagangan internasional Gedung Putih.

Dalam sebuah wawancara CNBC, Navarro menyatakan bahwa pendekatan Trump terhadap perdagangan global, termasuk dengan tarif impor logam, tidak seharusnya memicu pembalasan.

Indeks industri S&P namun naik 0,3%, memimpin seluruh sektor, serta membukukan sesi pertama kenaikan dalam empat hari seiring dengan meredanya kekhawatiran perang dagang. Saham Caterpillar pun menguat 1,3%.

Sementara itu, saham Alibaba melonjak 3,4% didorong laporan bahwa perusahaan e-commerce asal China tersebut merencanakan listing sekunder di China.

 

PT KONTAK PERKASA FUTURES