KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (18/5/2018) secara mingguan ditutup melemah pada level 5783.31, mengalami pelemahan sebanyak 2.91 % dari penutupan minggu lalu.

Octavianus Marbun, analis Waterfront Sekuritas Indonesia mengemukakan penutupan minggu ketiga bulan Mei 2018, bergerak melemah.

Tercatat sejak awal perdagangan sudah dibuka melemah dilevel 5933.46, lalu bergerak melemah dan sempat rebound. Hari kedua melemah lagi. Pelemahan terendah dicapai hari ketiga di 5.738.58 (level terendah raihan pekan ini), lalu rebound tipis di penutupan, ditutup melemah kembali dibawa level .5800.

Dia mengemukakan dalam perdagangan sepekan kemarin, pelemahan terlihat dipola trend ADX dengan trend naik yang berkurang (+DI 13) pekan lalu +DI 14, sementara tren turun bertambah (-DI 32) pekan lalu –DI 29.

“IHSG dalam jangka menengah masih dalam tren turun, dengan tekanan jual di beberapa saham LQ 45. Namun secara intraday diperkirakan masih dapat rebound tipis jika kuat di level support –nya,” kata Octavianus seperti dikutip dari risetnya.

Dia mengemukakan, indikator Bollinger Bands mulai membuka dengan level bawah di 5.615,20, level mid di 6.002.61, level RSI pun melemah dilevel 36,61 (minggu lalu level 41,45), dengan indikasi Stochastic %K tidak jadi cross %D keatas dimana volume stabil di antara tekanan jual.

Selama satu pekan perdagangan kemarin, investor asing melakukan net sell – Rp3.41 triliun, dimana pekan sebelumnya terjadi net sell sebesar – Rp1,61 triliun.

Total net buy/sell asing sampai dengan bulan Mei tahun 2018 ini sebesar – Rp40,74 triliun.

Octavianus mengemukakan untuk perdagangan pekan ini dalam periode menengah, pasar diprediksi masih dalam cloud down trend.

Untuk periode intraday indeks berpotensi menguat tipis. Namun apabila tidak berhasil melewati level resisten-nya, IHSG akan melemah kembali.

“Penguatan untuk periode mingguan diperkirakan indeks harus membentuk pola penguatan yang baru secara teknikal dengan didukung volume,” kata Octavianus.

Untuk pekan depan support line berada pada level 5.578,72, dengan level support indeks sepekan depan berada dikisaran level 5.667.19 – 5.738,58.

Bagaimana pergerakan rupiah pada hari pertama minggu keempat Mei 2018? Ikuti lajunya secara live.

06:54 WIB

KGI SEKURITAS: IHSG Sideways

PT. KGI Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IIHSG) pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran support 5.740-5.690-5.620-5.520-5.450,  dan resisten 5.860-5.940-6.050-6.120-6.220-6.380.

 “IHSG sideways, trading jangka pendek saja,” Yuganur Wijanarko Senior Research, periset senior PT. KGI Sekuritas Indonesia seperti dikutip dalam risetnya.

Dia mengemukakan, pasar masih mencari arah dengan konsolidasi dalam bentuk short term sideways trend.

“Dalam kondisi tersebut, rekomen untuk trading cepat saja dengan memperhitungkan cutloss point. Agar tidak terseret ke perubahan mendadak menjadi tren turun jangka pendek kembali,” kata Yuganur.

PT. KGI Sekuritas Indonesia merekomendasikan buy saham HMSP, GJTL, ADHI, TLKM, dengan rincian sebagai berikut:

HM Sampoerna (HMSP)

Profit taking target: Rp3.850-R4.050

Entry (1) Rp3.510, Entry (2) Rp3.410, Cut loss point Rp3.330

Gajah Tunggal (GJTL)

Profit taking target Rp840-Rp860

Entry (1) Rp805, Entry (2) Rp795, Cut loss point Rp775

Adhi Karya (ADHI)

Profit taking target Rp2.020-Rp2.120

Entry (1) Rp1.890, Entry (2) Rp1.850, Cut loss point Rp1.790

Telekomunikasi (TLKM) (BUY)

Profit taking target Rp3.620-Rp3.720

Entry (1) Rp3.410, Entry (2) Rp.3.350, cut loss point Rp3.280

06:53 WIB

INDOSURYA: IHSG Diprediksi Naik

PT Indosurya Bersinar Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018) bergerak di kisaran 5.721 – 6.002.

William Surya Wijaya, PT Indosurya Bersinar Sekuritas mengemukakan, mengawali pekan ketiga di bulan kelima ujarnya, terindikasi bahwa IHSG berpotensi mulai menggeliat naik.

Hal itu tambah dia, tentunya didorong oleh masih kuatnya fundamental perekonomian serta terlihat dari membaiknya laporan kinerja emiten kuartal I/2018 serta sikap optimis emiten baru yang terus menerus juga melakukan IPO hingga saat ini.

Tentunya semua itu menunjukkan bahwa pertumbuhan perekonomian dan pasar modal dalam jangka panjang masih cukup menjanjikan.

Sedangkan tekanan yang masih berpeluang terjadi adalah disebabkan beberapa faktor termasuk kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“IHSG hari ini berpotensi menguat,” kata William seperti dikutip dalam risetnya.

PT Indosurya Bersinar Sekuritas pada perdagangan hari ini emrekomendasikan saham BBNI, SRIL, WSBP, BJTM, MYOR, UNVR, ICBP, HMSP, SMRA, WIKA, WTON, TLKM.

KONTAK PERKASA FUTURES