Kontak Perkasa Futures –  Indonesia, pasar penerbangan dengan salah satu catatan keselamatan terburuk di dunia,menurut  peringkat oleh US Federal Aviation Administration, sebuah langkah yang dapat menambah momentum flag carrier PT Garuda Indonesia rencana ekspansi.

Menteri Transportasi bangsa Tenggara mengatakan itu menerima surat dari Kedutaan besar AS mengatakan Indonesia mendapat diangkat ke kategori 1, yang berarti pembawa lokal termasuk Garuda bisa terbang ke Amerika Serikat dan masukkan kode perjanjian dengan maskapai AS. Pada tahun 2007, FAA telah memotong rating untuk kategori 2, mengutip kekhawatiran serius tentang keselamatan pengawasan dan pengendalian operasional sistem pengatur penerbangan sipil lokal.

 Ini adalah suatu prestasi yang kita sudah tunggu sejak tahun 2007, Suprasetyo, Direktur Jenderal transportasi udara di Kementerian, kepada wartawan di Jakarta.  Ada beberapa maskapai yang siap untuk terbang ke AS
Peringkat lebih tinggi memegang prospek yang lebih baik untuk Garuda, yang kembali ke laba tahun terakhir, seperti yang diperbolehkan untuk menambahkan rute menguntungkan ke Amerika Utara. Upgrade datang setelah Uni Eropa dihapus larangan penerbangan Garuda pada 2009 dan pada bulan Juni tahun ini dihapuskan pembatasan pada tiga operator Indonesia lainnya PT Lion Mentari Airlines, Batik udara dan Garuda rendah-biaya unit Citilink. Antara empat, hanya Garuda telah dijadwalkan penerbangan ke Eropa.

Mengurangi kemacetan

upaya untuk meningkatkan rating, Indonesia membuka terminal baru bandara utama di Jakarta bulan ini untuk mengurangi kemacetan dan juga menambahkan struktur dan peralatan untuk meningkatkan keamanan bandara.

Kedutaan besar AS upaya DGCA selama tahun lalu telah menunjukkan komitmen DGCA, Departemen Perhubungan, dan pemerintah Indonesia untuk mendirikan sebuah sistem pengawasan keamanan penerbangan yang efektif, kata dalam Surat, merujuk kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, regulator lokal.

Kategori 1 peringkat berarti otoritas penerbangan sipil bangsa yang sesuai dengan standar internasional. Kategori 2 berarti negara yang baik tidak memiliki undang-undang atau peraturan yang diperlukan untuk mengawasi maskapai yang sesuai dengan standar internasional yang minimal, atau otoritas penerbangan sipil kekurangan satu atau lebih bidang.

Kecelakaan penerbangan beberapa tahun terakhir telah meninggalkan Indonesia dengan tingkat kecelakaan udara fatal lebih dari tiga kali rata-rata global bahkan di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan keamanan transportasi.

Kekurangan terampil pilot, awak darat dan pengendali lalu lintas udara serta peralatan usang dan pesawat yang memiliki semua berkontribusi untuk kecelakaan mematikan, termasuk AirAsia Bhd. penerbangan 8501 kecelakaan di Desember 2014 yang menewaskan semua 162 orang di kapal. Kontak Perkasa Futures