KONTAK PERKASA FUTURES  – Meski dibayangi sejumlah sentimen negatif akibat rentetan kecelakaan kerja yang terjadi pada awal 2018, para analis masih merekomendasikan beli untuk saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Lalu, seberapa kokoh harga saham perseroan tahun ini?

Dari sisi fundamental, pertumbuhan emiten berkode saham WSKT ini berdasarkan laporan keuangan 2017 berhasil melebihi konsensus para analis. Pendapatan perseroan tumbuh 90,11% secara year on year disusul laba bersih yang terdongrak 126,90%.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan harga saham WSKT berada di zona merah selama sesi kedua perdagangan, Senin (5/3). Sempat dibuka menguat, harga tersungkur ke level Rp2.910 per lembar atau melemah 40 poin dibandingkan dengan penutupan akhir pekan kemarin.

Namun, selama periode berjalan 2018 bergerak dengan tren positif. Tercatat, pergerakan harga saham tumbuh 31,67%.

Dalam riset yang dilansir melalui Bloomberg, analis PT Samuel Sekuritas Indonesia Akhmad Nurcahyadi menyebut, katalis utama pergerakan saham WSKT pada 2018 yakni divestasi anak usaha. Diharapkan, aksi korporasi tersebut selesai pada paruh pertama tahun ini.

Di sisi lain, Akhmad menilai moratorium yang dilakukan terhadap proyek perseroan tidak akan berpengaruh terhadap pembangunan dan penyelesaian proyek. Menurutnya, hal itu berdampak positif karena kontraktor akan meningkatkan kewaspadaan dalam pengerjaan.

Dengan demikian, dia masih merekomendasikan beli untuk saham WSKT. Menurutnya, potensi upside harga saham emiten kontraktor pelat merah tersebut sebesar 11,7%.

“Untuk sementara ini tetap buy WSKT dengan target harga Rp3.250 per lembar,” ujarnya melalui riset yang dikutip, Senin (5/3).

Secara terpisah, analis PT Panin Sekuritas Tbk. Nico Laurens memproyeksikan, WSKT mampu mengantongi laba mencapai Rp53 triliun atau tumbuh 15,7% secara year on year. Selain itu, arus kas diprediksi membaik sejalan dengan penerimaan sejumlah proyek turnkey yang akan masuk pada 2018.

Nico masih merekomendasikan beli untuk saham WSKT. Hal tersebut juga didorong positifnya rilis laporan keuangan 2017 pada pekan lalu. Selain itu, pihaknya merevisi naik target harga saham perseroan dengan potensi uptrend 11,9%.

“Kami masih merekomendasikan buy dan merevisi naik target harga ke Rp3.300, dengan menaikan premium relative to peers ke 5,1%,” tulisnya dalam riset.

KONTAK PERKASA FUTURES