PT Kontak Perkasa | Di saat anggota parlemen mengirim pesan keras kepada Facebook minggu ini soal bagaimana agen-agen Rusia menggunakan jejaring sosial itu untuk menyebarkan pertentangan dalam pemilihan 2016, pada hari Rabu, eksekutif puncak Facebook – termasuk CEO Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg – mengumumkan keuntungan perusahaan yang meroket.

Saat wakil Facebook menghadiri audiensi di Capitol Hill mengenai campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016 pada hari Rabu, perusahaan tersebut melaporkan serangkaian kinerja keuangannya.

Facebook mengatakan pendapatannya naik 47 persen menjadi US$ 10,3 miliar pada kuartal ketiga dibandingkan tahun lalu, dengan keuntungan melonjak 79 persen menjadi US$ 4,7 miliar, yang mengalahkan perkiraan Wall Street.

Hasil ini memamerkan kekuatan menghasilkan uang Facebook dalam iklan online, yang justru sedang mendapat kecaman di Washington minggu ini. Anggota parlemen mempertanyakan Facebook – juga Google dan Twitter – tentang bagaimana orang Rusia mungkin telah menyalahgunakan iklan online dan bagian lain dari platform mereka untuk menabur perselisihan dan mengobarkan ketegangan di pemilihan Amerika.

Beberapa anggota parlemen sangat kesal dengan tidak hadirnya Zuckerberg dan Sandberg saat persidangan, dan juga kurangnya kehadiran eksekutif puncak dari Google dan Twitter. Facebook mengutus Colin Stretch, penasihat umum, untuk menjawab pertanyaan, sementara Google dan Twitter juga mengirim pengacara teratas mereka.

“Saya kecewa karena Anda ada di sini, dan bukan CEO Anda,” ujar Senator Angus King, senator independen dari Maine, dalam sebuah persidangan pada hari Rabu pagi.

Zuckerberg, yang mengunjungi Cina awal pekan ini, malah memutuskan untuk berbicara dengan investor perusahaan pada Rabu malam. Dalam sebuah pengumuman pendapatan dengan analis keuangan dan pihak lainnya, Zuckerberg mengungkapkan betapa kesal dirinya bahwa orang-orang Rusia menggunakan Facebook untuk menabur ketidakpercayaan. “Apa yang mereka lakukan itu salah dan kami tidak akan mentolerir hal itu.”

Dalam sebuah pernyataan, Zuckerberg menambahkan, “Melindungi komunitas kami lebih penting daripada memaksimalkan keuntungan kami,” seraya menekankan bahwa jumlah uang yang dikeluarkan Facebook untuk keamanan akan mempengaruhi kriteria perusahaan.

Zuckerberg tampaknya tidak perlu khawatir dengan keuntungan Facebook. Gangguan Rusia pada platform teknologi itu telah mengubah sentimen terhadap perusahaan, namun bisnis mereka tetap kokoh.

Pada hari Rabu, Facebook mengatakan bahwa bisnis iklan onlinenya meningkat sebesar 49 persen menjadi $ 10,1 miliar untuk kuartal ini. Sebagian besar kesuksesan itu terus bergantung pada kemampuannya menghasilkan uang dari orang-orang yang menggunakan smartphone. Sekitar 88 persen pendapatan iklan Facebook berasal dari perangkat mobile.

Kinerja ini didukung oleh dorongan Facebook ke dalam iklan video, yang diprioritaskan perusahaan selama dua tahun terakhir. Pengiklan umumnya dikenai biaya lebih tinggi untuk iklan video daripada iklan statis karena sifat konten yang menarik.

Baca: Facebook Gandeng Penerbit Koran Uji Coba Fitur Artikel Instan

Zuckerberg mengatakan bahwa video akan tetap menjadi prioritas utama pertumbuhan pendapatan Facebook selama tiga tahun ke depan. David Wehner, kepala keuangan Facebook, juga menekankan video sebagai fokus investasi pada 2018.

NEW YORK TIMES | ERWIN Z
PT Kontak Perkasa