Kontak Perkasa –

Demam membeli emas untuk dijadikan alat investasi belum dan rasanya tak akan pernah surut dalam waktu dekat, terutama karena emas telah menjadi alat investasi yang paling dikenal dan paling likuid yang pernah dimiliki orang sejak jaman dahulu. Akan tetapi, di balik kepopuleran investasi emas, ternyata masih banyak orang Indonesia yang salah kaprah dalam melakukan trik investasi menggunakan logam mulia ini.

 

Kesalahpahaman dalam berinvestasi di bidang yang nampaknya mendasar (jual beli emas fisik) bisa jadi berakar dari faktor ketidakpahaman masyarakat akan cara investasi yang baik. Walaupun toko emas dan pegadaian sudah menyebar bahkan sampai ke kota-kota kecil dan desa-desa, masyarakatnya sendiri belum paham benar tentang trik melakukan investasi logam mulia sehingga sering melakukan kesalahan mendasar saat investasi.

Terlebih lagi, kurangnya inisiatif lembaga keuangan dalam menjangkau masyarakat di desa-desa dan kota kecil soal pendidikan investasi membuat masyarakat makin bingung bagaimana cara melakukan investasi emas. Malah, terkadang keadaan ini dimanfaatkan oleh staf bank atau pegadaian yang nakal, dan masyarakat tak mengerti sehingga tak melaporkannya. Apa saja kesalahan investasi yang masih sering dilakukan masyarakat? Berikut adalah beberapa contohnya.

Salah Memilih Waktu untuk Membeli Emas

 

Salah satu kesalahan mendasar yang sering dilakukan adalah membeli emas justru saat harganya sedang naik. Jangan salah; walaupun secara logika membeli emas saat harga naik terdengar konyol, ternyata masih banyak orang Indonesia yang melakukannya. Akibatnya tentu saja mereka jauh lebih rugi dibandingkan orang yang membeli emas dengan berat sama namun saat harga sedang turun.

Hal ini bukan berarti para pelaku investasi emas di Indonesia tidak paham kapan harus membeli dan menjual emas berdasarkan harga emas itu sendiri, karena informasi harga emas sekarang mudah didapatkan termasuk dari media. Masalahnya adalah faktor psikologis; banyak orang yang masih merasa ‘gengsi’ atau kurang yakin membeli barang yang harganya turun, karena mengasosiasikannya dengan barang yang kurang bagus sehingga harus ‘diobral.’ Padahal, prinsip itu tak berpengaruh bagi emas.

Kurang Mau Memanfaatkan Pegadaian

 

Pegadaian merupakan salah satu lembaga investasi emas yang cukup berkualitas dan bisa dipercaya. Selain diawasi pemerintah, pegadaian juga sekarang memiliki pilihan investasi emas yang cukup beragam, salah satunya adalah cicil emas yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang anggaran investasinya kurang. Kantor pegadaian juga tersebar dimana-mana, bahkan sampai di kota kecil dan banyak desa.

Sayangnya, banyak masyarakat masih menganggap bahwa investasi lewat pegadaian kurang mentereng dan bahkan dianggap kurang menguntungkan. Pasalnya, pegadaian masih dipandang sebagai tempat untuk ‘menggadaikan barang,’ bukan tempat berinvestasi seperti bank. Akibatnya, masyarakat jadi tidak bisa memanfaatkan penawaran dan keuntungan yang bisa diperoleh lewat investasi emas di pegadaian.

Terjebak Trik Toko Emas

 

Jual beli emas di toko perhiasan termasuk salah satu metode investasi emas yang digunakan masyarakat, namun sayangnya, banyak toko emas yang tak ragu menggunakan berbagai metode yang agak licik (jika tak mau dibilang jahat) untuk mengeruk sedikit keuntungan dari penjualan emas. Misalnya, ketika ada orang yang datang untuk menjual emas, mereka berusaha mendapat keuntungan dengan penawaran rendah, dengan mengatakan hal-hal tak masuk akal seperti “emasnya masih muda,” “emasnya sudah menyusut,” atau bahkan menawarkan untuk menggosok emas (yang akan sedikit mengikis emas tersebut).

Masyarakat harusnya diajari untuk tidak terjebak trik-trik toko emas ini agar tak mengalami kerugian. Selain itu, untuk menghindari kesalahpahaman investasi emas, pemerintah dan lembaga keuangan setempat harus berinisiatif untuk memberi program edukasi investasi bagi masyarakat di berbagai kelas, bukan hanya menengah ke atas.

 – Kontak Perkasa