KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas mengalami rebound terbesar dalam dua pekan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkicau soal keputusan The Federal Reserve AS untuk kembali menaikan suku bunga, membuat dolar AS melemah. Penurunan indeks dolar AS meningkatkan minat pada emas yang tak berbunga.

Pada Jumat (20/7), Trump berkicau lewat akun twitter-nya seirama dengan kicauannya sehari sebelumnya yang membantu bullion berhenti merosot setelah harganya terus jatuh hingga menyentuh level terendahnya sepanjang tahun ini.

Harga emas turun selama empat bulan berturut-turut karena penguatan dolar AS, kenaikan suku bunga, kenaikan ekuitas, dan pertumbuhan ekonomi AS yang melemahkan minat pada logam mulia sebagai aset di tengah perang dagang AS dengan China.

“Presiden Trump membantu menghentikan pelemahan harga emas. Pandangan Trump bisa saja baru permulaan akan adanya kebijakan yang lebih besar, di mana AS sebenarnya ingin dolarnya melemah membuat harga barang AS lebih murah dan menyeimbangkan sejumlah kerusakan dari penerapan tarif dari sejumlah rekan dagang kami,” ujar Peter Hug, Direktur Perdagangan Global Kitco Metals Inc., dikutip dari Bloomberg, Minggu (22/7/2018).

Pada penutupan perdagangan Jumat (20/7), harga emas spot untuk pengiriman Agustus naik 6,56 poin atau 0,54% menjadi US$1.229,53 per troy ounce dari sesi perdagangan hari sebelumnya, dan tercatat turun sebanyak 5,62% secara year-to-date (ytd).

Adapun, harga emas Comex naik 7,10 poin atau 0,58% menjadi US$1.231,10 per troy ounce dengan mencatatkan penurunan sebesar 5,97% sepanjang tahun ini.

Harga emas sebelumnya sempat menyentuh posisi US$1.210,70 per troy ounce, yang tercatat sebagai harga terendah sejak Juli 2017. Rebound pada penutupan perdagangan Jumat lalu memangkas penurunan mingguan harga emas hingga 0,8%.

Harga logam mulia tersebut terus terseok-seok setelah mencapai level tertinggi tahunannya yang dicapai pada tahun lalu yang terakhir terlihat pada 2010.

“Pengetatan peraturan AS sekarang malah merugikan seluruh upaya yang sudah kita lakukan. AS seharusnya boleh mendapatkan kembali kerugian yang dialami dari manipulasi mata uang ilegal dan kesepakatan perdagangan yang buruk. Utang mulai jatuh tempo, dan kami menaikkan suku bunga, yang benar saja?” kata Trump dalam akun twitter-nya, Jumat (20/7).

Setelah kicauan tersebut, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan AS di hadapan sejumlah mata uang utama kembali merosot hingga 0,68% menjadi 94,47 dan tercatat sebagai pekemahan terbesar sejak 21 Maret lalu.

Dalam perdagangan di hari yang sama, seuruh logam mulia serempak menghijau dengan perak spot naik 0,20 poin atau 1,29% menjadi US$15,51 per troy ounce dan turun 8,40% selama tahun berjalan. Serupa dialami perak Comex yang naik 0,15 poin atau 0,95% menjadi US$15,55 per troy ounce dan turun 9,65% secara ytd.

Untuk logam mulia platinum, harga spotnya melonjak 21,52 poin atau 2,67% menjadi US$828,3 per troy ounce dan turun 10,73% sepanjang tahun. Platinum Comex juga mengalami lonjakan tajam sebesar 23,20 poin atau 2,88% menjadi US$829,50 per troy ounce, meskipun masih mencatatkan penurunan 11,84% selama tahun berjalan.

Adapun, logam paladium spot juga menanjak 22,08 poin atau 2,53% menjadi US$894,77 per troy ounce dengan penurunan sebesar 15,87% sepanjang tahun ini. Sementara itu, paladium Comex terkerek 22,70 poin atau 2,62% menjadi US$888,90 per troy ounce dan turun 16,22% secara ytd.

Sumber : Bloomberg

KONTAK PERKASA FUTURES