KONTAK PERKASA FUTURES  – Harga minyak mentah menguat pada perdagangan Rabu (30/5/2018) setelah reli dolar terhenti dan kekhawatiran atas peningkatan produksi OPEC mereda.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli ditutup menguat 1,48 poin atau 2,22% ke US$68,21 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak patokan global Brent untuk pengiriman Juli naik menguat 2,11 poin atau 2,80% dan ditutup di level US$77,50 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Minyak Brent diperdagangkan lebih mahal US$9,29 dari WTI.

WTI menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan terakhir, setelah kehilangan hampir 8% dalam lima sesi perdagangan. Dolar AS yang naik sejak pertengahan April dan mengancam harga komoditas bergerak melemah. Sementara itu, pelaku pasar mereda berdamai dengan tanda-tanda Arab Saudi dan Rusia dapat membatalkan pemotonganoutput karena ekspor dari Venezuela dan Iran diperkirakan menurun dan OPEC melihat pasar kembali seimbang.

“Pertanyaan tentang pemangkasan produksi mendorong pasar lebih rendah,” kata Gene McGillian, manajer riset pasar di Tradition Energy di Stamford seperti dikutip Bloomberg, Kamis (31/5/2018)

“Kecuali kita mendapatkan tanda-tanda bahwa lebih banyak minyak akan masuk ke pasar daripada yang diperkirakan, harga mungkin akan stabil di level ini,” lanjutnya.

Sementara itu, presiden direktur Nalcosa dan mantan menteri energi Aljazair, Nordine Ait-Laoussine mengatakan Saudi dan Rusia akan memasuki masa-masa yang sulit dalam beberapa bulan ke depan di saat meyakinkan sekutu mereka untuk mengubah strategi dan meningkatkan output sebelum pertemuan akhir Juni di Wina, Austria.

Pertemuan akhir pekan antara produsen termasuk Arab Saudi dan Kuwait dapat membawa kejelasan lebih lanjut pada kesepakatan output.

Harga minyak nyaris tidak beranjak setelah American Petroleum Institute yang melaporkan persediaan minyak mentah naik 1 juta barel pekan lalu, sementara pasokan minyak distilasi naik 1,47 juta barel.

Sementara itu, stok minyak mentah diperkirakan akan meningkat 450.000 barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg terhadap para analis menjelang laporan Energy Information Administration hari ini.

Adapun indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, ditutup melemah 0,79% atau 0,751 poin ke level 94,069 pada perdagangan Rabu.

KONTAK PERKASA FUTURES