Kontak Perkasa Futures | Bencana alam dengan skala besar tentu mengubah hidup manusia dalam sekala yang besar pula. Terlebih lagi dalam bidang sosial dan ekonomi.

Namun ada beberapa bencana alam yang mengubah kontur sebuah daerah secara struktural dan membentuk sebuah lokasi baru yang justru indah.

Jadi mungkin di masa bencana itu terjadi, hal tersebut disikapi sebagai musibah. Namun di masa depan, hal ini justru merupakan ladang yang bisa mendatangkan uang dari sektor pariwisata.

Berikut beberapa di antaranya. Oh iya, Indonesia masuk!

1. Air Terjun Niagara

Niagara sebenarnya adalah lereng yang panjang dan curam, berada di ujung daratan tinggi dan memisahkan beberapa daerah daratan. Di atasnya, mengalir air dalam jumlah yang luar biasa banyak. Lebih dari 170.000 meter kubik air mengalir di atas garis puncak air terjun tiap menitnya. JUmlah air yang luar biasa ini memberi pemandangan yang indah.

Namun sebenarnya air terjun yang indah ini tercipta karena bencana. Di Zaman Es, banyak sekali megafaunda di dunia seperti mastodon dan mamoth, punah. Hal ini terjadi karena iklim dan ketidak seimbangan ekosistem.

Seiring dengan kepunahan banyak sekali binatang, ada banyak sekali perubahan pada struktur dan kontur daerah di dunia. Hal ini terjadi juga pada Niagara karena air yang ada di air terjun ini berasal dari retakan terakhir dari gletser yang meliputi Ontario Selatan dengan lapisan es setinggi 3 kilometer. Tak heran mengapa Niagara jadi sebesar itu.

BACA JUGAGerhana Bulan akan Lewati Indonesia pada 7 Agustus 2017

2. Taman Nasional Yellowstone

Terletak di negara bagian Wyoming, Montana, dan Idaho, Taman Nasional Yellowstone adalah pusat geiser dan sumber air panas terbesar di Amerika. Flora, fauna dan getser di sana pun unik.

Namun bencana adalah hal yang sebenarnya menjadikan taman nasional ini ada. Pada jutaan tahun yang lalu, taman nasional ini merupakan tempat terjadinya 3 letusan besar dari gunung supervulkanik. Hal ini yang menyebabkan di Yellowstone, tanaman tumbuh subur.

Permasalahan utamanya hanyalah ketakutan ilmuwan akan letusan supervulkanik ini di masa depan. Jika benar terjadi, dampak letusan Yellowstone disebut dapat membunuh 90.000 orang dalam sekejap. Abu vulkanik akan dilontarkan setinggi 1.609 kilometer dan dengan cepat menutupi hampir seluruh kawasan Amerika.

3. Area Konservasi Ngorongo

Area Konservasi Ngorongo adalah sebuah lokasi di Tanzania, tepatnya berada di dataran tinggi Serengeti. Tempat ini sendiri adalah sebuah kaldera, di mana ini adalah kaldera yang tak terputus terbesar ke-enam di dunia.

Dari bentangan kawah ini Anda bisa dengan mudah menemukan gajah, zebra, dan badak hitam. Cheetah dan singa juga berkeliaran di tempat ini. Belum lagi ada 500 spesies burung yang terdokumentasi berhabitat di sana.

Tempat safari yang eksotis ini juga rumah bagi suku asli tempat tersebut, yakni Maasai, yang hidup berdampingan dengan ternak mereka dengan harmonis. Belum lagi ada air terjun yang menakjubkan, dan ada danau di kawah lain di sisi kawasan konservasi ini.

Namun sesuai dengan tema, tempat ini adalah gunung berapi besar yang perkiraan tingginya mencapai 5800 meter, yang berarti hampir setinggi Kilimanjaro. Namun gunung tersebut akhirnya hancur karena letusan gunung dengan kekuatan yang luar biasa. Namun dibalik itu semua, lahirlah sebuah padang dengan vegetasi yang bermacam-macam dengan alam yang indah sehingga flora dan fauna juga bermacam pula.

4. Danau Toba

Danau Toba yang kita kenal ada di Sumatera Utara, ternyata dulunya merupakan gunung berapi yang meletus sekitar 75.000 tahun yang lalu.

Letusan Toba sendiri digadang-gadang sebagai letusan terbesar dalam sejarah geologi, dengan dengan Indeks Ledakan Vulkanis mencapai angka 8, di mana itu adalah angka tertinggi. Letusan ini memuntahkan 2.8000 kilometeri kubik debu dan batuan ke atmosfer.

Saking kerasnya, letusan ini sedikit banyak telah dikaitkan dengan bagaimana garis keturunan dari nenek moyang kita terbentuk. Di era ini diperkirakan persilangan manusia turun drastis hingga DNA manusia proporsinya kecil dan tak beragam

5. Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon di Banten adalah rumah bagi spesies badak Jawa yang sangat langka. Kini hanya tersisa 60 ekor saja. Ada juga 57 tanaman langka yang tumbuh di sana. Tak cuma rumah bagi flora dan fauna langka, tempat yang merupajan Situs Warisan Dunia UNESCO ini juga menawarkan pantai berpasir lembut dan keindahan bahwa laut.

Namun keindahan ini terbentuk berkat adanya letusan Krakatau di tahun 1883 lalu. Ledakan tersebut membunuh 36.000 orang dan juga suaranya terdengar hingga radius 4.800 kilometer. Suara ini sendiri merupakan suara terkeras yang pernah terekam sepanjang sejarah. Namun pasca bencana tersebut, hutan hujan tropius yang hijau serta ekosistem alami dari Ujung Kulon adalah hasilnya.

6. Santorini

 Jika membicarakan liburan di tepi laut Mediterania seperti Santorini, tentu bayangan kita adalah laut yang berwarna biru cerah, musim dingin yang hangat, musim panas yang cerah bersinar, serta pantai berpasir putih dengan pemukiman berdinding putih dan bangunan unik. Pemandangan ini bisa kita temui di Italia, Yunani, Sisilia, dan Kartago di Tunisia.

Namun sektor pariwisata ini, dan bahkan budaya dan peradaban di sini, beresiko tak pernah ada. Semua ini ada karena adanya banjir Zanclean. Jika tak ada banjir ini, kawasan Mediterania hanyalah lembah padang pasir.

Mengapa?

Di sekitar 5 juta Tahun yang lalu, terjadi kenaikan air laut. Selat Gibraltar yang awalnya memblokade adanya air laut hingga laut mediterania kering kerontang, akhirnya terisi kembali secara masif. 90 Persen cekungan terisi dalam periode dua tahun, dengan kecepatan isi 10 meter ketinggian per harinya. Sehingga pulau yang ada ini disebabkan oleh banjir air asin yang terbesar di dunia.

Kontak Perkasa Futures