PT Kontak Perkasa Balikpapan | Mayoritas indeks Wall Street melemah pada perdagangan Rabu (24/1/2018) setelah komentar oleh Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross yang mengisyaratkan tindakan melawan China dalam perang dagang.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 41,31 poin atau 0,16% ke 26.252,12, indeks Standard & Poor’s 500 kehilangan 1,6 poin atau 0,06% menjadi 2.837,54 dan Nasdaq Composite turun 45,23 poin atau 0,61% ke 7.415,06.

Ross mengatakan pada World Economic Forum di Davos bahwa otoritas perdagangan AS sedang menyelidiki apakah akan mengambil tindakan atas pelanggaran hak kekayaan intelektual oleh China. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan untuk berbicara di Davos pada hari Kamis (25/1).

Indeks pada awalnya menguat menyusul laporan kinerja emiten yang solid dan penurunan dolar AS, yang mendukung perusahaan multinasional besar, sebelum komentar menteri perdagangan yang menyeret indeks S&P turun.

Indeks Dow Jones berhasil pulih dari pelemahan karena investor memilih untuk menunggu tindakan nyata pada perdagangan dan tetap terlibat di pasar yang belum pernah mengalami koreksi 5% dalam hampir 400 hari perdagangan terakhir.

“Trennya menguat dan sangat universal, dan dengan keyakinan seperti itu, investor percaya bahwa pelemahan besar tidak akan terjadi karena investor tidak ingin ketinggalan,” kata Peter Kenny, analis pasar senior di Global Markets Advisory Group, seperti dikutip Reuters.

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya ditutup melemah 0,99% atau 0,896 ke level 89,228 menyusul komentar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang menyambut baik pelemahan mata uang tersebut.

Kekhawatiran tentang sikap proteksionisme telah menambah tekanan terhadap dolar setelah Trump menerapkan kenaikan tarif impor yang tajam terhadap mesin cuci dan panel surya pada hari Senin.

Saham bank termasuk di antara saham-saham unggulan, mengikuti kenaikan imbal hasil obligasi AS saat dolar melemah. Sektor finansial pada indeks S&P naik 0,68%, paling tinggi di antara sektor-sektor lainnya.

Musim laporan kinerja emiten terus memberikan dorongan terhadap indeks, dengan pertumbuhan laba emiten indeks S&P 500 diperkirakan mencapai 12,4% menurut data Thomson Reuters. Dari 88 emiten di indeks yang telah merilis laporan keuangan, 78,4% di antaranya melampaui ekspektasi analis.

Saham General Electric turun 2,66% setelah perusahaan tersebut mengungkapkan penyelidikan peraturan mengenai biaya asuransi bernilai miliaran dolar. Perusahaan dalam laporan keuangannya memperkirakan pelemahan lebih lanjut dari bisnis energi dan melaporkan kerugian US$10 miliar serta penurunan pendapatan 5%.

Di sisi lain, saham Abbott Laboratories melonjak 4,20% setelah laba kuartal IV/2017 dan perkiraan laba 2018 disesuaikan di atas estimasi analis.

PT Kontak Perkasa Balikpapan