KONTAK PERKASA FUTURES  – Aksi jual yang telah memukul bursa saham Eropa mereda pada perdagangan Selasa (14/8/2018), ditopang menyurutnya kekhawatiran investor tentang krisis mata uang Turki serta rilis data dari Jerman yang membantu mengimbangi perlambatan indikasi perekonomian di China.

Indeks Stoxx 600 Eropa mengakhiri sesi perdagangan dengan kenaikan tipis 0,1%, terbebani sektor finansial.

Bank-bank yang mendapatkan pukulan terbesar dari kekhawatiran seputar krisis Turki, telah membawa indeks ke level terendahnya dalam 21 bulan. Namun investor menjadi lebih optimistis bahwa eksposur bank terhadap faktor Turki dapat dikendalikan.

“Hanya ada beberapa bank Eropa yang terekspos pada Turki, sehingga keseluruhan aksi jual yang melanda bank-bank kemarin tampak sedikit berlebihan,” kata Jauke de Jong, analis ekuitas di AFS Group, dikutip Reuters.

Saham Antofagasta membukukan kinerja terburuk, turun 7% setelah produsen tembaga asal Chili ini melaporkan penurunan laba semester pertama karena kualitas bijih yang lebih lemah dan biaya yang lebih tinggi. Perusahaan juga mengatakan bahwa ketegangan perdagangan kemungkinan akan berdampak negatif pada permintaan.

Saham Atlantia, yang memiliki Autostrade, turun 5,4% setelah sebuah jembatan runtuh akibat hujan lebat di kota Genoa, Italia utara, serta menewaskan sedikitnya 35 orang.

Di sisi lain, sejumlah laporan keuangan perusahaan yang menunjukkan hasil positif mampu memberi keyakinan pada investor.

Saham perusahaan utilitas asal Jerman RWE naik 3,6% setelah melaporkan laba semester pertama yang sejalan dengan ekspektasi.

Saham pembuat implan gigi asal Swiss Straumann menjadi top gainer dengan kenaikan sebesar 4,5% setelah menaikkan target pendapatan full year karena pertumbuhan penjualan organik melebihi 20% untuk pertama kalinya dalam 10 tahun.

Secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan dalam indeks MSCI Eropa telah memberikan pertumbuhan laba year-on-year sebesar 11,9 % pada kuartal kedua, sehingga membantu mendukung pasar.

“Aktivitas global yang tangguh dikombinasikan dengan euro dan sterling yang lebih lemah pastinya mendukung laporan keuangan lebih lanjut hingga akhir tahun, terlepas dari latar belakang emerging market dan ancaman tarif yang menantang,” jelas analis Barclays.

Sementara itu, data menunjukkan ekonomi terbesar di kawasan itu, Jerman, mengambil lebih banyak uap dari yang diperkirakan pada kuartal kedua membantu sentimen di Eropa, meskipun kenaikan pasar mungkin lebih besar jika survei ekonomi China tidak mengecewakan.

KONTAK PERKASA FUTURES