Kontak Perkasa Futures – Ketakutan Investor Terhadap Brexit, Bikin Bursa Saham Eropa Berjatuhan. Bursa saham di kawasan Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (14/6/2016). Pelemahan itu disebabkan para investor masih mencemaskan konsekuensi referendum untuk memilih apakah Inggris akan keluar dari keanggotaan Uni Eropa, yang dihelat pekan depan.

Indeks saham FTSE 100 di London, Inggris ditutup tergelincir 2 persen atau 121 poin pada posisi 5.923. Ini adalah pertama kalinya indeks tersebut berada di bawah angka 6.000 sejak Februari 2016 lalu.

Sementara itu, indeks saham Cac di Paris, Perancis anjlok 2,3 persen dan indeks saham di Frankfurt, Jerman jatuh 1,4 persen. Sama seperti indeks FTSE 100, bursa saham di kedua negara itu juga terdampak kecemasan Brexit.

Jajak pendapat beberapa waktu lalu menunjukkan semakin banyaknya dukungan agar Inggris tidak lagi menjadi anggota Uni Eropa. Referendum akan diselenggarakan pada 23 Juni 2016.

“Proses pemikirannya adalah apabila Inggris keluar dari Uni Eropa, maka Uni Eropa bisa kembali masuk dalam jurang resesi,” jelas Tamas Varga, analis dari PVM Oil Associates.

Nilai tukar mata uang poundsterling pun melemah 1,1 persen terhadap dollar AS pada posisi 1,4115 per dollar AS. Pelemahan terjadi pula lantaran survei opini teranyar menunjukkan adanya peningkatan dukungan terhadap Brexit menjelang referendum.

Investor memprediksi poundsterling akan jatuh apapun hasil referendum. Jutaan poundsterling ditempatkan di pasar derivatif, di mana para trader bisa berspekulasi tentang nilai tukar mata uang ke depan.

“Angka 1,40 per dollar AS adalah posisi yang saat ini dipantau. Saya mengekspektasikan kepanikan yang lebih besar apabila marjin untuk meninggalkan (Uni Eropa) melebar dalam beberapa hari ke depan,” ungkap James Ruddiman, direktur broker mata uang di Audere Solutions.