PT Kontak Perkasa Balikpapan  – Kepatuhan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia terhadap kesepakatan pemangkasan produksi minyak mentah dunia meningkat, kendati produksi Januari 2018 mengalami kenaikan tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan survei Reuters, kepatuhan produsen minyak mentah dunia yang terlibat dalam kesepakatan pemangkasan produksi naik menjadi 138% pada Januari 2018 dari 137% pada Desember 2017. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa komitmen tersebut tidak akan tergoyahkan bahkan ketika harga minyak mencapai tingkat tertinggi sejak 2014.

Survei membuktikan bahwa tidak ada tanda-tanda negara OPEC meningkatkan produksinya secara signifikan untuk mendapatkan keuntungan ketika harga melambung atau menggantikan penurunan di Venezuela yang produksinya turun karena tengah mengalami krisis ekonomi.

Namun, data menunjukkan adanya sedikit kenaikan produksi pada bulan lalu. Produksi minyak OPEC meningkat dari level terendah selama delapan bulan terakhir karena output yang lebih tinggi dari Nigeria dan Arab Saudi, mengimbangi penurunan lebih lanjut di Venezuela.

“OPEC telah memompa 32,4 juta barel per hari (bph) pada Januari 2018, naik 100.000 bph dari bulan sebelumnya. Pada Desember 2017, produksi turun 110.000 bph dan mencapai level terendah sejak April 2017,” papar survei tersebut, yang dilansir dari Reuters, Kamis (1/2/2018),

Sebelumnya, OPEC dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia telah sepakat untuk memangkas produksi sebanyak 1,8 juta bph hingga akhir 2018 untuk mengatasi kelebihan pasokan global dan meningkatkan harga. Tahun ini, Libya dan Nigeria yang awalnya dibebaskan dari kesepakatan berbalik turut bergabung dengan komitmen untuk memproduksi dengan jumlah yang tidak akan melebihi realisasi 2017.

Seiring dengan tingkat kepatuhan yang meningkat, harga minyak mentah dunia saat ini terpantau masih terus meningkat di samping dorongan dari persediaan di AS yang menurun.

Terpantau, dalam perdagangan hari ini pada pukul 08.50 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak terkaktif Maret 2018 menguat 0,10 poin atau 0,15% menjadi US$64,83 per barel di New York Merchantile Exchange. Adapun harga minyak Brent naik 0,08 poin atau 0,12% menuju US$68,97 per barel di ICE Futures Europe yang berbasis di London.

PT Kontak Perkasa Balikpapan