PT Kontak Perkasa – Pergerakan tiga indeks saham acuan di bursa Wall Street berhasil menguat pada akhir perdagangan Senin (26/2/2018), memulihkan sebagian besar penurunan yang ditimbulkan dalam aksi jual awal bulan ini.

Penguatan Wall Street ditopang sentimen penurunan imbal hasil obligasi AS yang mengurangi kekhawatiran investor tentang kenaikan suku bunga dan kembali fokus pada pertumbuhan ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menanjak 1,58% atau 399,28 poin di level 25.709,27, indeks S&P 500 menguat 1,18% atau 32,3 poin di 2.779,6, dan indeks Nasdaq Composite berakhir menguat 1,15% atau 84,07 poin di level 7.421,46.

Ketiga indeks acuan tersebut naik lebih dari 1%. Indeks S&P 500 saat ini hanya 3,2% di bawah puncaknya pada 26 Januari. Indeks CBOE Volatility juga turun sedikit ke level 15,8.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun menjadi 2,8642%, tergelincir dari level tertinggi empat tahun yang dicapai pekan lalu.

Pada Jumat (23/2), bank sentral AS The Federal Reserve menyatakan memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan tetap stabil dan tidak melihat risiko serius di kemudian hari yang mungkin mengubah laju kenaikan suku bunga yang direncanakan.

“Ini memberikan kelegaan bahwa imbal hasil tidak terus naik, Secara keseluruhan, angka pendapatan terus bergerak lebih tinggi. Investor masih memiliki kepercayaan terhadap ekonomi global,” kata Keith Lerner, chief market strategy di SunTrust Advisory Services, Atlanta, seperti dikutip Reuters.

Ketiga indeks acuan tersebut turun dari puncaknya pada akhir Januari akibat kekhawatiran bahwa kenaikan inflasi dapat menyebabkan The Fed menaikkan suku bunga lebih dari tiga kali tahun ini, seperti yang diindikasikan dalam pernyataan sebelumnya.

Pasar selanjutnya akan mencermati testimoni Gubernur baru The Fed, Jerome Powell, di depan Kongres AS yang dimulai pada Selasa (27/2) waktu setempat. Ini adalah agenda awal yang penting bagi Powell sejak mengambil alih posisi Janet Yellen bulan ini.

Di antara sektor pendorong terhadap S&P 500 pada perdagangan Senin adalah teknologi, yang naik 1,6%, industri yang naik 1,4%, dan sektor finansial yang naik 1,5%. Menurut Lerner, penguatan di sektor-sektor siklis tersebut mencerminkan fokus investor terhadap kekuatan ekonomi.

Saham Qualcomm menguat 5,8% setelah produsen chip tersebut mendesak Broadcom melakukan negosiasi harga untuk pertama kalinya atas tawaran Broadcom senilai US$117 miliar terhadap perusahaan tersebut, sedangkan saham Berkshire Hathaway menguat 4%.

PT Kontak Perkasa