Saham-saham Asia melemah, dengan indeks acuan regional menuju level terendah lima bulan, setelah saham-saham AS turun di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi Eropa. Sementara pemerintah Hong Kong membatalkan pembicaraan dengan demonstran pro-demokrasi.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 1,1% ke 137,19 pada pukul 09:04 pagi di Tokyo, sebelum pasar saham di Hong Kong dan China dibuka. Langkah ini menuju penutupan terendah sejak 7 Mei dan penurunan mingguan kelima. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bank sentral harus mengangkat inflasi dari level “yang terlalu rendah” setelah pemulihan tertahan. Indeks Standard & Poor 500 mengalami kemerosotan terbesar sejak bulan April. Para pembuat kebijakan Federal Reserve mengatakan dalam risalah pertemuan terakhir mereka bahwa perlambatan pertumbuhan global dan penguatan greenback berpotensi beresiko terhadap prospek AS.

Indeks MSCI Asia Pacific diperdagangkan pada 13,4 kali estimasi laba dari penutupan terakhir, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Hal tersebut lebih tinggi dari rata-rata selama tiga tahun terakhir, data menunjukkan.

Pemerintah Hong Kong membatalkan pembicaraan dengan pengunjuk rasa pro-demokrasi setelah para pemimpin dari gerakan yang disebut pendukung kembali ke jalan-jalan. Pendudukan oleh para demonstran, yang marah dengan tuntutan Beijing untuk mencalonkan veteran dalam memimpin Hong Kong, hal tersebut adalah ilegal dan harus diakhiri, Carrie Lam, pejabat No.2 Hong Kong, mengatakan kepada wartawan. Saham Hong Kong-Shanghai yang terhubung, yang diharapkan mulai dalam bulan ini, kemungkinan tertunda akibat protes, menurut laporan dari Hong Kong Economic Journal.(frk)

Sumber : Bloomberg