PT KONTAK PERKASA  – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (18/10/2018) setelah Komisi Eropa mengeluarkan peringatan mengenai anggaran Italia.

Selain itu, kekhawatiran yang meningkat atas kemungkinan tegangnya hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi semakin mengurangi minat investor terhadap aset berisiko di tengah ketegangan perdagangan global dan naiknya suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 327,23 poin atau 1,3% ke level 25.379,45, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 melemah 40,43 poin atau 1,4% ke 2,768.78 dan Nasdaq Composite turun 157,56 poin atau 2,1% ke 7.485,14.

Indeks S &P 500 ditutup tepat di atas rata-rata pergerakan 200 hari, yang merupakan indikator utama tren harga jangka panjang.

Sementara itu, sektor teknologi dan konsumer pada indeks S&P turun lebih dari 2%. Di antara sektor-sektor utama S&P, hanya utilitas dan real estat yang terhindar dari pelemahan.

Wall Street sempat memangkas pelemahan awal dalam perdagangan sesi awal, namun berbalik arah lebih lanjut setelah pasar Eropa ditutup. Imbal hasil obligasi Italia melonjak setelah Komisi Eropa menganggap rancangan anggaran 2019 negara itu melanggar aturan UE.

Bursa turun lebih lanjut setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menarik diri dari konferensi investor di Arab Saudi sementara Gedung Putih menunggu hasil investigasi terhadap hilangnya wartawan Saudi, Jamal Khashoggi.

Keputusan Mnuchin memicu kekhawatiran potensi ketegangan dalam hubungan AS-Saudi, terutama jika para pemimpin Saudi diketahui terlibat dalam penghilangan Khashoggi. Investor mengangkat kekhawatiran bahwa jika Arab Saudi diberi sanksi, hal itu dapat membatasi pasokan minyak dan mendorong kenaikan harga energi.

“Begitu berita itu keluar, investor meningkatkan aksi jual,” kata Robert Pavlik, kepala analis investasi di SlateStone Wealth LLC di New York, seperti dikutip Bloomberg.

“Apa pun yang memiliki kemungkinan masalah, orang-orang di lingkungan ini melihatnya sebagai masalah yang jauh lebih besar daripada yang sebenarnya,” lanjutnya.

Faktor lain yang menekan indeks Wall Street adalah pelemahan bursa saham China, yang memicu kekhawatiran baru tentang dampak ketegangan perdagangan pada ekonomi negara tersebut.

Kekhawatiran atas kenaikan suku bunga terjadi menyusul rilis risalah pertemuan Federal Reserve bulan September pada hari Rabu.

“Ini adalah faktor yang biasa, yaitu perang dagang dan kenaikan suku bunga,” kata Brendan Erne, direktur implementasi portofolio di Personal Capital.

Kedua faktor tersebut tercermin dalam laporan pendapatan yang lemah dari produsen pesawat bisnis Cessna, Textron Inc, dan perusahaan penyewaan peralatan United Rentals Inc.

Saham Textron turun 11,3% sedangkan United Rentals melemah 15,0%, sementara saham Sealed Air Corp turun 8,3% setelah perusahaan pengepakan tersebut memangkas prospek laba setahun penuh karena bahan baku dan biaya pengapalan yang lebih tinggi.

Di antara saham yang menguat terdapat Philip Morris International Inc, yang naik 3,5% setelah produsen rokok Marlboro tersebut mencatat laba dan penjualan kuartalan yang melampaui perkiraan analis.