Bursa Saham Eropa stagnan akibat para investor mengkaji rilis laba perusahaan dan fokus akan tanda-tanda meredanya ketegangan internasional setelah pesawat penumpang jatuh di Ukraina dan serangan darat Israel di Gaza. Sementara Indeks Berjangka AS juga stagnan dan Bursa Saham Asia menguat.

Julius Baer Group Ltd. melonjak tajam sejak September 2011 lalu setelah menyatakan bahwa laba kuartal pertama naik 56%. Tesco Plc catat gain 2% setelah Dave Lewis dari Unilever akan menggantikan Philip Clarke sebagai CEO (chief executive officer).

Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0.1% ke level 339.31 pukul 8:09 pagi waktu London. Tanggal 18 Juli lalu acuan saham tersebut memangkas penurunan pada akhir jam perdagangan dan Kontrak berjangka pada Indeks Euro Stoxx 50 naik pada hari itu juga akibat meredanya kekhawatiran terkait krisis di Ukraina dan Timur Tengah. Hari ini Indeks Berjangka Standard & Poor 500 tergelincir 0.1%, sementara Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.2%.

Presiden Russia Vladimir Putin sedang menghadapi tekanan yang intensif dari internasional setelah pasukan pemberontak pendukung Russia menembak jatuh penerbangan Malaysia Airline MH17 pada 17 Juli lalu, membunuh 298 penumpang. Secara tidak langsung bukti mengisyaratkan bahwa roket tersebut dipasok oleh Russia, hal itu menurut Sekretaris Negara AS John Kerry.

Serangan darat Israel di Gaza telah memasuki fase paling berdarah setelah para milisi membunuh 13 tentara Israel dan bertempur dalam satu wilayah yang diklaime oleg ratusan orang Palestina. Konflik sedang mengalami kenaikan setelah 2 pekan pertempuran berlangsung, yang dimulai dengan peluncuran roket dari Gaza dan pesawat tempur Israel menyerang wilayah pantai Palestina.

Tesco menguat 2 % ke level 290.6 pence. Perusahaan tersebut menyatakan pada sebuah pernyataan hari ini bahwa Lewis akan mengambil alih sebagai CEO pada 1 Oktober mendatang dan Clarke akan tetap pada dukungan transisi hingga Januari mendatang. Pelaku ritel tersebut juga menyatakan bahwa laba penjualan kuartal pertama dibawah target tahun ini. (bgs)

Sumber : Bloomberg