KONTAK PERKASA FUTURES – Internet sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat di seluruh dunia. Bahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui internet sebagai hak-hak dasar manusia yang harusnya bisa dinikmati oleh semua orang.

Berdasarkan laporan tahunan Digital 2019 tentang perilaku online yang dihimpun Hootsuite dan We Are Social yang dikutip dari The Guardian, sekitar 57 persen dari total populasi dunia kini telah terhubung oleh jaringan internet. Jumlah itu jelas diperkirakan bakal terus bertambah di tahun-tahun mendatang.

Kenyataan bahwa Indonesia menjadi negara pengguna internet terbesar di dunia bukan rahasia lagi. Dalam laporan tersebut, Indonesia menduduki peringkat ke-5, di mana warganya tercatat menghabiskan lebih dari sepertiga harinya di dunia maya.

Bukan cuma Indonesia, negara-negara Asia Tenggara lain bahkan mendominasi ranking tersebut. Warga Filipina, negara yang memuncaki daftar ini, tercatat menghabiskan rata-rata 10 jam 2 menit tiap harinya mengakses internet.

Sementara Thailand berada di posisi ketiga dengan rata-rata pemakaian internet 9 jam 11 menit dan Indonesia di posisi kelima dengan 8 jam 36 menit. Itu jauh di atas rata-rata dunia di sekitar 6,5 jam per hari. Posisi kedua dan keempat diisi negara Amerika Latin yaitu Brazil dan Kolombia.

Fakta menariknya, orang-orang di negara berkembang seperti negara Asia Tenggara dan Amerika Latin, justru lebih banyak menghabiskan waktu mengakses internet dibandingkan mereka di negara maju.

Dilansir dari CNN, Jepang bahkan berada di posisi terakhir karena warganya rata-rata hanya mengakses internet selama 3 jam 45 menit saja per harinya. Sebab, internet adalah produk dari negara maju. Infrastruktur dan aksesibilitas internet juga lebih baik di negara-negara maju.

Digital 2019 memaparkan, mayoritas pengguna internet terhubung dari mobile dan digunakan untuk mengakses media sosial. Bukan masalah ketersediaan atau kualitas internet, tapi mungkin saja orang-orang Filipina atau Indonesia memang jauh lebih sering berkutat di feed medsosnya dibandingkan orang-orang Jepang.

sebaliknya, durasi lamanya waktu mengakses internet di negara-negara berkembang ini bisa juga berakar dari lemotnya jaringan internet. Untuk mengakses situs yang sama, diperlukan waktu dua kali lipat. [azz]

KONTAK PERKASA FUTURES