Saham-saham Hong Kong melemah mengirim indeks acuan Hong Kong menuju penurunan mingguan terbesar dalam dua bulan terakhir, menyusul aksi jual saham global di tengah kekhawatiran tentang risiko keuangan di Eropa.

Indeks Hang Seng turun sebesar 0,3 persen ke level 23,173.74 pukul 9:31 di Hong Kong. Indeks itu menuju penurunan sebesar 1,6 persen pekan ini, penurunan terbesar sejak periode yang berakhir 9 Mei lalu. Indeks Hang Seng China Enterprises, juga dikenal sebagai indeks H-share, merosot sebesar 0,4 persen hari ini ke level 10,326.31.

Saham Eropa dan AS terkoreksi semalam di tengah kekhawatiran atas kegagalan pembayaran hutang jatuh tempo oleh perusahaan terkait dengan bank kreditur terbesar kedua di Portugal, goyahnya kepercayaan dalam pemulihan ekonomi kawasan euro. Bank sentral Portugal mengatakan Banco Espirito Santo SA dilindungi pasca induk perusahaannya tidak melakukan pembayaran hutang jangka pendek.

Ekuitas acuan AS belum membukukan penurunan dari 10 persen dari level puncaknya sejak tahun 2011 lalu, dan tidak jatuh lebih dari 1 persen pada basis penutupan sejak April lalu. Raymond James & Associates Inc pekan ini mengatakan pasar ekuitas rentan dan Citigroup Inc mengutip kekhawatiran untuk “parah” pullback.

Indeks Hang Seng turun sebesar 0,3 persen tahun ini hingga perdagangan kemarin, pengupas kerugian di tengah tanda-tanda mulai stabilnya perekonomian karena China mengeluarkan langkah-langkah stimulus yang ditargetkan termasuk kebijakan pemangkasan giro wajib minimum (reserve-ratio). Indeks diperdagangkan pada 10,8 kali estimasi pendapatan, dibandingkan dengan 7,2 untuk indeks H-saham dan 16,6 untuk indeks Standard & Poor 500 kemarin.

Pemerintah China pekan depan akan mengumumkan rangkaian untuk pertama kali dari percobaan dari kepemilikan campuran untuk perusahaan-perusahaan BUMN, dikutip dari China Securities Journal. (izr)

Sumber: Bloomberg