Indeks saham berjangka China naik jelang rilis data perdagangan hari ini. Indeks saham acuan menuju penguatan pekan keempat, kenaikan beruntun terpanjang tahun ini.

Kontrak pada Indeks CSI 300 yang berakhir pada bulan Agustus naik sebesar 0,2 persen ke level 2,338.40 pukul 09:16 pagi. Ekspor China mungkin naik 7 persen dari tahun lalu pada bulan Juli, menurut perkiraan median dari 48 ekonom, melambat dari pada bulan Juni sebesar 7,2 persen. pertumbuhan Impor kemungkinan tumbuh sebesar 2,6 persen bulan lalu, melambat dari pada bulan sebelumnya yang sebesar 5,5 persen, perkiraan menunjukkan.

Indeks Shanghai Composite turun untuk hari ketiga kemarin, turun sebesar 1,3 persen ke level 2,187.67 pada penutupan perdagangan kemarin, penurunan terbesar sejak sejak 19Juni lalu. Pelemahan beruntun terjadi pasca indeks naik sebesar 9,9 persen dari level terendahnya pada 19 Juni pada 4 Agustus lalu, mengirim valuasi ke tingkat tertingginya sejak Desember. Indeks mengalami reli terbesar di antara indeks ekuitas global.

Sementara itu, indeks Hang Seng China Enterprises, juga dikenal sebagai indeks H-share, tergelincir sebesar 0,9 persen kemarin, sedangkan Indeks CSI 300 turun sebesar 1,3 persen. Indeks saham China-AS Bloomberg tergelincir sebesar 0,5 persen. Volume perdagangan di indeks Shanghai sebesar 32 persen di level RSI 30-hari, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.

Indeks Shanghai telah meningkat sebesar 0,1 persen pekan ini, bersiap untuk mencatat kenaikan beruntun terpanjang sejak periode yang berakhir 6 Desember lalul. index acuan China senilai $3.5 trilyun di pasar saham telah melampaui kinerja dari index-index dari 46 negara emerging dan berkembang dalam enam pekan terakhir. Menandakan pelonggaran moneter, percepatan pengeluaran pemerintah dan kenaikan di bidang manufaktur mendorong spekulasi akan meningkatnya pertumbuhan ekonomi China.

Rilis Data ekonomi bulan Juli akan dirilis pekan depan yang mungkin akan meunjukan pertumbuhan ekonomi mungkin tumbuh sebesar 7,5 persen pada kuartal kedua dari tahun sebelumnya. Badan Statistik Biro akan rilis angka inflasi besok, diikuti oleh data produksi industri, investasi aset tetap dan penjualan ritel pada 13 Agustus mendatang. (izr)

Sumber: Bloomberg