Impor emas China dari Hong Kong turun ke level terendah pada bulan Mei sejak Januari tahun lalu karena pelemahan mata uang yuan menekan minat terhadap logam mulia.

Hong Kong telah menjadi penyalur emasutama ke China, tetapi impor ke Chinadaratan telah dikirim langsung ke Shanghai dan Beijing, cukup membantu menutupi jumlah aktual dari logam kuning yang masuk ke negara itu.

Karena China tidak melaporkan data perdagangan emasnya, Hong Kong masih merupakan rute utama untuk mengukur permintaan logam mulia di China daratan.

Emas yang masuk ke China dari Hong Kong turun 22 persen menjadi 52,606 ton pada bulan Mei dari 67.040 ton pada April lalu, menurut data yang di kirim melalui e-mail kepada Reuters oleh Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong.

Itu adalah volume impor terkecil ke China dari Hong Kong sejak Januari 2013. Bulan ketiga penurunan impor emas berturut-turut.

“Saya pikir alasan utama adalah karena yuan tidak stabil pada waktu itu, emas berjangka Shanghai diperdagangkan pada harga diskon di London,” kata seorang dealer fisik di Hong Kong.

“Dorongan kebijakan anti-korupsi juga mungkin berpengaruh. Orang-orang tidak mau untuk memamerkan kekayaan dan penjualan barang-barang mewahnya,” kata dealer.

Data menunjukkan total impor emas ke China dari Hong Kong turun menjadi 67,233 ton bulan lalu dari 80,817 ton pada bulan April.

Bank-bank China mencatatkan rekor 1,158.162 ton emas dari Hong Kong tahun lalu, ketika harga emas jatuh untuk pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir.

Tingkat permintaan kini telah meredadari dari puncak tersebut. Itu, dikombinasikan dengan yuan yang lemah, telah mendorong harga emas China untuk di diskon dengan patokan harga global.

Spot emas telah pulih dari kemerosotan tahun lalu, mendapatkan hampir 9 persen per tahun untuk perdagangan di atas $ 1.300 per ounce di tengah ekonomi global yang goyah dan risiko geopolitik.

Renminbi telah kehilangan 2,7 persen terhadap dolar tahun ini, menjadi salah satu mata uang terburuk di antara pasangannya di pasar negara berkembang.

Perusahaan-perusahaan pengolahan emas China sejak 2012 menggunakan transaksi emas palsu untuk meminjam 94.4 milyar yuan ($ 15.2 milyar) dari bank, kata kepala auditor negara itu.

Perusahaan China mungkin telah mengunci sebanyak 1.000 ton emas dalam transaksi pembiayaan pada akhir tahun 2013, World Gold Council mengatakan pada bulan April lalu, menunjukkan bahwa beberapa impor telah digunakan untuk mengumpulkan dana karena kondisi kebijakankredit yang ketat, untuk memenuhi permintaan konsumen. (vck)

Sumber: Reuters