Kontak Perkasa Futures | Sejumlah analis memprediksi IHSG masih mempertahankan penguatan di awal dagang 2018, pasca ditutup cetak rekor baru pada akhir 2017 lalu.

Binaartha Securities memprediksi IHSG akan mempertahankan penguatan sejak ditutup pada akhir 2017 kemarin.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 6328.391 dan 6301.127. Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 6375.620 dan 6395.585.

Berdasarkan indikator daily, MACD berada di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah berada di area jenuh beli.

Terlihat beberapa pola white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan indeks saham.

“Dengan demikian, IHSG akan menuju ke area resistance pada level 6376 dan 6396,” tulis hasil risetnya.

Indosurya Sekuritas memprediksi IHSG masih akan mengukir prestasi gemilang di awal 2018 dengan prediksi pergerakan di level 6.123 – 6.389.

Vice President Research Department William Surya Wijaya mengatakan kondisi IHSG setelah melewati tahun penuh prestasi dan ditutup dengan pencapaian yang gemilang, terlihat masih akan dapat melanjutkan prestasi di tahun 2018.

Semangat tahun baru dimana pada umumnya para investor akan memulai mengatur komposisi investasi di awal tahun, tentunya akan memberikan gairah terhadap pola investasi di pasar modal Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang menarik, mengawali tahun 2018 dengan semangat baru, optimisme baru.

Sementara itu, katanya, rilis data perekonomian baru yang disinyalir masih dalam kondisi terkendali akan memberikan warna terhadap pola pergerakan IHSG hari ini, dan hal tersebut akan menjadi salah satu sentimen yang dapat mendorong kembali naiknya IHSG hari ini.

Pergerakan harga komoditas juga turut mewarnai pola gerak IHSG,momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat kondisi awal tahun

“Hari ini IHSG berpotensi menguat” tulis risetnya.

Reliance Securities memprediksi potensi koreksi cukup besar di awal tahun ini.

Lanjar Nafi mengatakan pergerakan IHSG secara teknikal mengalami penguatan signifikan terbesar sejak 20th terakhir dibulan Desember.

Disaat momentum jenuh jenuh pada indikator RSI dan Indikatif dead-cross pada Indikator Stochastic seakan memberi bayangan negatif diawal tahun 2018.

“Potensi koreksi cukup berpeluang besar dibulan januari dengan range pergerakan 6270-6368,” tulisnya dalam riset.

IHSG (+0.66%) menutup tahun dengan penguatan 41.61 poin dilevel 6355.65 seakan mematahkan ekspektasi analyst sebelumnya yang dikisaran 6100-6200 pada tahun ini. Optimisme menyambut tahun 2018 setelah investor dibayangi aksi profit taking yang cukup besar pada tahun ini menjadi trigger penguatan.

Dimana saham-saham unggulan yang selama tahun ini tertekan kembali rebound diakhir tahun. Investor asing tercatat net buy 338 Miliar rupiah namun secara tahunan ditahun 2017 tarcatat net sell 39.87 Triliun rupiah.

Kontak Perkasa Futures