Kontakperkasa Futures – Harga Emas melandai & condong stagnan di sesi perdagangan Asia terhadap hri Rabu ini (03/08) sesudah tindakan profit taking ditengah-ditengah adanya pelonggaran kebijakan moneter global yg tetap berlanjut.

Kala info ini diturunkan, XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,363 dollar AS.

Sementara itu, kepada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas futures buat pengiriman bln Desember mengalami penurunan tidak tebal segede 0.19 prosen jadi 1,370 dollar AS per troy ons.Sedangkan harga perak futures utk pengiriman bln September turun segede 0.05 % jadi 20.69 dollar AS per troy ons & harga tembaga futures buat pengiriman bln September berada di level harga 2.212 dollar AS per pound, naik segede 0.14 prosen.

Tatkala sesi perdagangan emas hri Selasa tempo hari, logam mulia tersebut membumbung tinggi lebih dari 10 dollar AS ke level tingginya dalam 28 bln terakhir. Factor ini berlangsung akibat dari turunnya dollar AS ke level rendah sejak akhir bln Juni th ini lantaran inflasi AS masihlah relatif rendah.

Keadaan tersebut menyebabkan munculnya spekulasi bahwa the Fed tak bakal terburu-buru menaikkan tingkat suku bunganya jangka waktu dekat.

Kontakperkasa Futures: Launcing Data Inflasi AS

Kepada hri Selasa tengah malam dulu, Biro Analisis Ekonomi AS memapaparkan, data Personal Consumption Expenditures (PCE) di AS cuma naik se gede 0.1 prosen, di bawah ekspektasi bakal adanya kenaikan se gede 0.2 prosen.

Kenaikan tidak tebal itu didorong oleh pengeluaran utk gas, listrik & jasa perawatan kesehatan. Tatkala 12 bln terakhir ini, Indeks harga PCE sudah mengalami peningkatan se besar 0.9 prosen & indeks ini terpantau stagnan dikarenakan tak beralih dari bln Mei th dulu.

Baca: Pergerakan Harga Emas Tunggu Rilis Data Nonfarm Payroll (NFP) AS

Di Samping itu, indeks PCE inti yg tak termasuk juga harga makanan & energi kepada bln Juni, menanjak se gede 0.1 prosen tepat dgn estimasi konsensus, namun di bawah kenaikan bulanan terhadap bln Mei se besar 0.2 %.

Sedangkan dengan cara YoY, indeks PCE inti naik 1.6 %, tak beralih dari level terhadap bln Mei. Seperti yg telah dinyatakan dalam hasil rapat FOMC sekian banyak minggu dulu bahwa tingkat inflasi AS tetap relatif lemah lantaran indeks PCE berada dibawah target inflasi jangka panjang segede 2.0 %.

Kontakperkasa Futures: Pidato Presiden The Fed Dallas

Tidak Cuma hal itu, adapun Presiden the Fed Dallas, Rob Kaplan dalam pidatonya terkait dgn kebijakan moneter juga ekonomi global di Beijing memaparkan, bank sentral AS sebaiknya menaikkan tingkat suku bunganya bertahap & disertai bersama aksi yg tak terburu-buru, mengingat tantangan kepada perekonomian AS tetap berlanjut.

Seperti yg telah ketahuan bahwa tiap-tiap ada kenaikan tingkat suku bunga AS dapat mendorong harga emas menurun (bearish) & mesti mengupayakan berkompetisi ketat dgn bekal berimbal balik bunga.

PT Kontakperkasa Futures