KONTAK PERKASA FUTURES – Harga batu bara berhasil rebound pada akhir perdagangan kemarin, Selasa (24/7/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa, harga batu bara di bursa komoditas Newcastle untuk kontrak September 2018 rebound dengan kenaikan 0,32% atau 0,35 poin dan berakhir di level US$110,25 per metrik ton, mematahkan koreksi selama tiga sesi berturut-turut sebelumnya.

Adapun harga batu bara Newcastle untuk kontrak Agustus naik 1,02% atau 1,15 poin dan ditutup di level 113,50, setelah hanya berakhir stagnan di posisi 112,35 pada Senin (23/7).

Sementara itu, di bursa Zhengzhou Commodity Exchange, harga batu bara thermal untuk pengiriman September 2018 naik 0,39% dan berakhir di level 615 yuan per metrik ton pada perdagangan kemarin, setelah turun 0,91% ke level 612,6 pada Senin (23/7).

Menurut Nanhua Futures, konsumsi batu bara harian oleh pembangkit listrik telah kembali menyentuh level yang tinggi. Aktivitas pembakaran batu bara harian di enam pembangkit listrik utama pada Sabtu menyentuh level tertingginya sejak Februari.

“Namun, kinerja harga [batu bara] baru-baru ini terutama untuk batu bara acuan Qinhuangdao telah memudar dibandingkan dengan kemajuan pesat yang terlihat pada periode yang sama tahun lalu,” jelasnya dalam riset, seperti dikutip Bloomberg.

Harga spot di pelabuhan Qinhuangdao turun 2,1% pada paruh pertama dibandingkan dengan kenaikan sebesar 6,6% tahun lalu, menurut China Coal Resource.

“Ketidakpastian dalam kondisi cuaca dapat membebani permintaan prospek, sehingga memperlambat laju pembelian,” tambah Nanhua.

Di bursa komoditas Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak Agustus 2018 jugarebound meskipun dengan kenaikan tipis 0,05% dan berakhir di level US$96,75 per metrik ton. Adapun harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa ini naik 0,33% ke level 91,35 pada perdagangan kemarin.

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak mentah menguat pada perdagangan Selasa (24/7) setelah laporan industri menunjukkan penurunan stok minyak mentah, bensin, minyak distilat dan cadangan di Cushing, Oklahoma.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September naik 0,93% dan ditutup di level US$68,52 di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak September menguat 0,38 poin ke level US$73,44 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, harga minyak menguat setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah nasional turun 3,16 juta barel pekan lalu.

Pada saat yang sama, API menunjukkan penurunan pasokan di pusat pipa Cushing, yang akan menjadi penurunan pada pekan ke 10, jika data Enery information Administration menegaskannya pada hari Rabu.

“Ini sedikit mengejutkan. Ini jelas merupakan laporan yang bullish, pengetatan musim panas yang normal karena musim mengemudi,” kata James Williams, presiden peneliti energi WTRG Economics, seperti dikutip Bloomberg.

Patokan minyak Amerika Serikat (AS) telah turun hampir 8% bulan ini di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China yang mengancam permintaan energi global.

Meskipun harga naik sesaat di tengah perang retorika antara AS dan Iran soal ekspor minyak, investor tetap khawatir tentang kelebihan pasokan. Produsen termasuk Arab Saudi telah berjanji untuk meningkatkan produksi untuk menebus kerugian dari negara lain.

Di AS, persediaan minyak mentah saat ini berada di sekitar 411 juta barel, mendekati level terendah sejak Februari 2015. Laporan pemerintah AS diperkirakan akan menunjukkan penurunan 3 juta barel menurut survei Bloomberg.

API juga melaporkan bahwa pasokan bensin turun 4,87 juta barel. Itu akan menjadi penurunan terbesar sejak Maret jika data EIA menegaskannya. Sementara itu, persediaan minyak distilat turun 1,32 juta barel dan pasokan di Cushing turun 808.000 barel.

Pergerakan harga batu bara kontrak September 2018 di bursa Newcastle

Tanggal US$/MT
24 Juli 110,25

(+0,32%)

23 Juli 109,90

(-0,09%)

20 Juli 110,00

(-2,48%)

19 Juli 112,80

(-1,78%)

18 Juli 114,85

(+1,37%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg